Harga Plastik di Jogja Melonjak hingga 70 Persen, Penjualan Anjlok

10 hours ago 3

Harga Plastik di Jogja Melonjak hingga 70 Persen, Penjualan Anjlok Kegiatan jual beli Toko Plastik 40 Bugisan, Kota Jogja, Rabu, (1/4 - 2026). Anisatul Umah/Harian Jogja.

Harianjogja.com, JOGJA — Harga produk plastik di sejumlah toko di Kota Jogja mengalami lonjakan signifikan hingga 60%–70% sejak pertengahan Ramadan. Kenaikan ini dipicu meningkatnya biaya bahan baku yang terdampak konflik di kawasan Timur Tengah.

Owner Toko plastik dan bahan kue Jawara Oetama, Zuli, mengatakan harga sudah naik sejak sebelum Lebaran. Kenaikan terjadi di tingkat pabrik, sehingga berdampak langsung pada harga grosir di toko.

“Dari pabriknya memang sudah naik. Macam-macam kenaikannya ada yang 70% ada yang 60%. All plastik naik,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Zuli menilai lonjakan ini jauh lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya. Dampaknya, penjualan di tokonya turun sekitar 20% setelah Lebaran. Selain harga minyak yang masih tinggi, pasokan barang juga terganggu karena sejumlah pabrik membatasi pesanan.

Hal serupa disampaikan kasir Toko Plastik 40 Bugisan, Vanesa. Ia menyebut kenaikan harga mencapai sekitar 70% terjadi pada semua jenis produk, mulai dari plastik kemasan hingga toples.

“Dari supplier sudah naik bahan bakunya lumayan tinggi. Penjualan juga terdampak penurunan kurang lebih hampir sama sekitar 50%,” jelasnya.

Menurutnya, penurunan penjualan mulai terasa setelah Lebaran. Selama Ramadan, permintaan masih cukup tinggi sehingga dampaknya belum terlalu terlihat. Ia juga memperkirakan harga plastik masih berpotensi naik jika biaya bahan baku terus meningkat.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) DIY menjelaskan tidak semua komoditas yang dikonsumsi masyarakat masuk dalam perhitungan inflasi. Ketua Tim Distribusi dan Jasa BPS DIY, Sudiyana, menyebut plastik dalam bentuk bahan mentah seperti bungkus tidak masuk karena tingkat konsumsinya sangat kecil, di bawah 0,02%.

Namun, produk plastik jadi seperti botol minuman dan lemari plastik tetap masuk dalam komponen inflasi, masing-masing dengan kontribusi sekitar 0,11% dan 0,09%.

“Kalau plastik berupa bungkus itu tetap dikonsumsi, tapi karena nilainya sangat rendah, jadi tidak masuk paket komoditas kami,” jelasnya.

Saat ini, BPS DIY memantau sekitar 408 komoditas dalam perhitungan inflasi yang bersumber dari Survei Biaya Hidup dan dievaluasi secara berkala setiap bulan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news