Harga Pertamax Naik, Damkar Kulonprogo Batasi Evakuasi Sarang Tawon

4 hours ago 2

Harga Pertamax Naik, Damkar Kulonprogo Batasi Evakuasi Sarang Tawon

Foto ilustrasi evakuasi sarang tawon. - Antara

Harianjogja.com, KULONPROGO—Kenaikan harga Pertamax mulai dirasakan dampaknya oleh layanan publik di Kabupaten Kulonprogo. Seksi Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan BPBD Kulonprogo terpaksa melakukan berbagai langkah efisiensi agar operasional armada tetap berjalan hingga akhir tahun.

Salah satu dampak yang paling terasa adalah pembatasan layanan non-kebakaran yang dinilai tidak bersifat darurat. Mulai dari evakuasi sarang tawon hingga kegiatan edukasi mitigasi bencana di sekolah kini harus dijadwalkan lebih ketat untuk menghemat penggunaan bahan bakar.

Kepala Seksi Damkar dan Penyelamatan BPBD Kulonprogo, Raden Chris Hartanto, mengatakan seluruh kendaraan operasional menggunakan Pertamax sehingga kenaikan harga BBM nonsubsidi otomatis menambah beban anggaran.

"Kami harus mengencangkan ikat pinggang. Di satu sisi pelayanan kepada masyarakat tetap harus berjalan, tetapi penggunaan anggaran juga harus dijaga," katanya, Selasa (16/6/2026).

Menurut Hartanto, layanan evakuasi sarang tawon yang sebelumnya bisa dilakukan hampir setiap hari kini dibatasi maksimal dua kali dalam sepekan.

Biasanya petugas dapat menangani empat hingga lima laporan sarang tawon dalam satu malam. Namun kini pola pelayanan diubah dengan sistem zonasi agar penggunaan bahan bakar lebih efisien.

Laporan dari sejumlah wilayah akan dipetakan terlebih dahulu sebelum petugas diterjunkan ke lapangan.

"Kalau ada laporan di Galur dan Temon, misalnya, sekarang kami kelompokkan dulu berdasarkan jalur yang sama supaya lebih hemat BBM," ujarnya.

Selain itu, kegiatan edukasi profesi pemadam kebakaran dan mitigasi bencana bagi siswa PAUD, TK, hingga SD yang sebelumnya hampir berlangsung setiap hari juga mengalami penyesuaian.

Kini kunjungan ke sekolah dibatasi dua kali dalam sepekan. Beberapa sekolah akan digabung dalam satu kegiatan agar armada tidak perlu melakukan perjalanan berulang kali.

Meski demikian, Hartanto memastikan layanan yang berhubungan dengan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

Untuk laporan keberadaan satwa liar berbahaya seperti ular, personel Damkar akan tetap berupaya bergerak cepat menuju lokasi.

"Kalau untuk ular, kami usahakan langsung datang. Hanya saja kami menggunakan kendaraan roda dua agar lebih efisien," katanya.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri karena seluruh armada Damkar menggunakan pelat merah yang tidak diperbolehkan membeli BBM bersubsidi.

Saat ini Damkar Kulonprogo mengoperasikan tiga unit mobil pemadam kebakaran, dua mobil pikap, serta satu truk tangki air yang seluruhnya bergantung pada BBM nonsubsidi.

Kekhawatiran juga mulai muncul menjelang musim kemarau. Pada periode tersebut, permintaan distribusi air bersih ke wilayah yang mengalami kekeringan biasanya meningkat cukup signifikan.

Armada yang digunakan untuk distribusi air bersih berasal dari berbagai unsur, mulai dari Damkar, Taruna Siaga Bencana (Tagana), hingga Tim Reaksi Cepat (TRC), yang seluruhnya menggunakan kendaraan dinas berpelat merah.

"Ini yang membuat kami deg-degan. Saat musim kemarau kebutuhan distribusi air biasanya meningkat, sementara seluruh armada menggunakan pelat merah," ujarnya.

Kendati harus melakukan efisiensi di sejumlah layanan, Hartanto menegaskan pelayanan utama penanganan kebakaran tetap menjadi prioritas dan dipastikan tidak akan dikurangi.

Ia memastikan anggaran operasional untuk penanganan kebakaran masih aman hingga akhir tahun. Kalaupun terjadi kekurangan anggaran, pihaknya akan tetap berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

"Untuk penanganan kebakaran tetap aman. Itu prioritas utama kami dan akan tetap kami layani secara maksimal," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news