Hidup di Era VUCA, Rektor Unand Efa Yonnedi Tegaskan Lulusan Harus Siap “Future Ready”

22 hours ago 9

promo hayati padang agustus

PADANG, KLIKPOSITIF- Sepanjang tahun 2026, Universitas Andalas (Unand) telah meluluskan 6.538 wisudawan dan wisudawati.

“Ananda yang hadir hari ini adalah bagian dari angkatan yang membanggakan itu. Komunitas besar Unand kini mencakup lebih dari 36.000 mahasiswa aktif, dengan 154 program studi dari jenjang vokasi, sarjana hingga doktoral,” ungkap Rektor Unand Efa Yonnedi saat acara Wisuda Angkatan IV Tahun 2026, Program Vokasi, Sarjana, Profesi, Spesialis, Magister, dan Doktor, Jumat 18 September 2026.

Menurut Rektor, semua capaian ini bukan milik pimpinan universitas semata. Namun Ini milik seluruh sivitas akademika, milik setiap orang yang percaya pada Universitas Andalas.

Efa Yonnedi menyampaikan bahwa Unand akan terus berkomitmen meningkatkan inklusivitas layanan agar setiap mahasiswa memperoleh kesempatan dan akses yang setara dalam seluruh kegiatan akademik
maupun institusional.

Kehadiran Juru Bahasa Isyarat (JBI) pada prosesi wisuda ini merupakan salah satu wujud nyata komitmen tersebut, sehingga momen penting ini dapat diikuti dan dimaknai oleh semua. Langkah ini sekaligus menegaskan semangat Unand untuk terus membangun lingkungan kampus yang inklusif, ramah, dan menghargai keberagaman.

“Ijazah di tangan ananda hari ini seindah
apapun terasa bukanlah akhir dari perjalanan. Ia adalah tiket masuk ke sebuah dunia yang jauh lebih kompleks, jauh lebih dinamis, dan jauh lebih menuntut dari apapun yang pernah
ananda hadapi di bangku kuliah,” pesan rektor.

Saat ini kita hidup di era yang para ekonom menyebutnya VUCA (Volatile, Uncertain, Complex, Ambiguous). Kecerdasan buatan kini mampu mengerjakan dalam hitungan
detik apa yang dulu membutuhkan berhari-hari.

Pekerjaan-pekerjaan yang ada hari ini mungkin tidak akan ada lagi sepuluh tahun mendatang. Dan sebaliknya profesi-profesi yang akan mendominasi masa depan, sebagian belum punya namanya hari ini. Di tengah dunia yang berubah secepat itu, satu pertanyaan menjadi sangat relevan:

Apakah ananda siap ?
Menjadi future ready bukan berarti ananda harus tahu semua jawaban. Future ready artinya ananda tidak takut menghadapi pertanyaan-pertanyaan baru. Future ready artinya ananda memiliki kemampuan untuk
terus belajar, bahkan setelah bangku kuliah ditinggalkan.

Future ready artinya mampu berkolaborasi lintas batas, lintas disiplin, lintas budaya dan lintas generasi. Dan yang paling penting — future ready artinya tetap berpegang pada nilai dan
integritas, di tengah tekanan dan godaan yang akan datang silih berganti.

Ada pepatah Minang yang ia yakini benar adanya: “Karatau madang di hulu, babuah babungo alun — marantau bujang dahulu, di rumah paguno balun.”

“Pergilah. Merantaulah. Bawa nama baik keluarga, kampung, dan almamater ananda ke mana pun kaki melangkah. Tapi ingatlah merantau yang sejati bukan hanya soal pergi jauh. Merantau yang sejati adalah pergi untuk membawa pulang manfaat,” tutur mantan ekonom ini.

Efa Yonnedi juga berpesan pada para lulusan jadilah dokter yang tidak hanya menyembuhkan, tetapi juga czmenguatkan. Jadilah ahli teknologi informasi yang tidak hanya menciptakan sistem dan teknologi,
tetapi juga menghadirkan inovasi yang
memudahkan kehidupan masyarakat.

Jadilah insan hukum yang tidak hanya memahami aturan dan perundang-undangan, tetapi juga memperjuangkan keadilan dan menjaga tegaknya kebenaran. Jadilah apoteker yang tidak hanya memahami obat dan formulasi, tetapi juga memastikan ilmu yang dimiliki memberi manfaat bagi kesehatan dan keselamatan manusia.

Jadilah apapun profesinya dengan satu prinsip yang tidak boleh goyah yakni Ilmu tanpa adab adalah bahaya. Kemampuan tanpa integritas adalah bencana.

Rektor juga berpesan tiga hal yang sederhana namun diyakini akan selalu relevan, di era apapun ananda hidup:

Pertama — Jaga rasa ingin tahu ananda. Dunia berubah terlalu cepat untuk orang yang berhenti belajar. Jadikan belajar sebagai gaya hidup, bukan sekadar kewajiban.
Kedua — Jaga hubungan ananda dengan sesama. Di era yang semakin digital dan individual, kemampuan untuk berempati, berkolaborasi, dan membangun kepercayaan adalah keunggulan kompetitif yang tak ternilai.
Ketiga — Jaga nama baik ananda. Dalam karier yang panjang, reputasi adalah aset yang paling berharga dan paling sulit dibangun kembali jika hancur. Satu keputusan yang
tidak berintegritas bisa menghapus pencapaian bertahun-tahun.

Promo menara agung padang - honda padang

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news