Ajang lari HIPMI Run Strong 8 (Dok: Sinta KabarMakassar).KabarMakassar.com — Ajang lari HIPMI Run Strong 8 yang digelar di kawasan Taman Religi Andalan, Center Point of Indonesia (CPI), menghadirkan konsep berbeda dari event lari pada umumnya.
Jika kebanyakan lomba menggunakan kategori 5K atau 10K, Hipmi justru memilih jarak 8 kilometer yang sarat makna simbolik.
Ketua BPD HIPMI Sulawesi Selatan, Andi Amar Sulaiman, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Sidang Dewan Pleno HIPMI yang berskala nasional. Meski berstatus side event, antusiasme peserta disebut sangat tinggi.
“Kalau Hipmi Run ini kegiatan sampingan dari Sidang Dewan Pleno. Tapi 8 kilometernya ini cukup aneh mungkin bagi pelari, karena kita pakai untuk melambangkan bahwa Hipmi siap mendukung 8 persen pertumbuhan perekonomian Indonesia,” ujarnya, Sabtu (14/02).
Ia mengungkapkan jumlah peserta nyaris menyentuh target maksimal. Dari kuota 2.000 pelari, tercatat sekitar 1.990 orang telah terdaftar. “Data terakhir saya lihat 1.990, kurang 10 dari 2.000. Insyaallah hadir semua, mungkin ada yang terlambat tapi hadir,” katanya.
Kuota tersebut dibagi terbuka, yakni 500 peserta dari HIPMI, 500 HIPMI Perguruan Tinggi, dan 1.000 untuk masyarakat umum. Menurut Amar, tingginya minat menunjukkan event lari kini menjadi ruang kolaborasi pengusaha muda dan publik.
Lebih jauh, ia menilai keberhasilan membawa Sidang Dewan Pleno HIPMI ke Makassar menjadi momentum penting bagi daerah. Pasalnya, agenda nasional terakhir digelar di kota ini lebih dari satu dekade lalu.
“Sejak 2011 atau 2013 baru lagi ada event nasional Hipmi di sini. Harapannya bisa menumbuhkan ekonomi Sulsel karena ada sekitar 1.000 pendatang pengusaha dari seluruh Indonesia,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Running Club BPP HIPMI, Darwanto Darwis, menambahkan bahwa angka delapan dalam Strong 8 juga merujuk pada Astacita Ketua Umum BPP HIPMI serta target pertumbuhan ekonomi nasional.
“Angka delapan merujuk Astacita dan juga target pertumbuhan ekonomi 8 persen. Jadi ‘Strong 8’ ini simbol harapan dan semangat,” ujarnya.
Ia menilai tren lari tidak sekadar olahraga, tetapi memiliki efek ekonomi berantai, mulai dari kebutuhan peserta hingga aktivitas usaha di sekitar lokasi event.
Sedangkan, Ketua Running Club BPD HIPMI Sulsel, Sidiq Pradipta Laksmana, menyebut terjadi lonjakan partisipasi dibanding tahun sebelumnya.
“Tahun lalu pesertanya 1.500, sekarang jadi 2.000. Antusiasmenya sangat luar biasa,” katanya.
Peserta disebut datang tidak hanya dari Makassar dan Sulsel, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia yang menghadiri agenda organisasi. Sejumlah tokoh nasional HIPMI hingga kepala daerah turut diundang meramaikan kegiatan tersebut.
Kemeriahan event juga diperkuat kehadiran guest star Momo Moriska. Ia mengajak peserta mempersiapkan diri sekaligus menikmati suasana lomba.
“Yang penting prepare buat lari besok. Jangan lupa karbo loading dan istirahat yang cukup. Enjoy saja race-nya,” pesannya.
Selain lomba lari, rangkaian Sidang Dewan Pleno juga diisi turnamen golf dengan sekitar 70–80 peserta serta expo UMKM yang menghadirkan 55 booth, mempertegas dampak ekonomi dari perhelatan nasional tersebut.


















































