Ketua DPW PPP Sulsel Ilham Ari Fauzi Amir Uskara (Dok: Sinta KabarMakassar).KabarMakassar.com — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulawesi Selatan (Sulsel), mulai memanaskan mesin organisasi dengan agenda keliling ke seluruh 24 Kabupaten dan Kota di Sulsel.
Ketua DPW PPP Sulsel Ilham Ari Fauzi Amir Uskara, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat konsolidasi partai sekaligus menyiapkan pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) di tingkat daerah.
Ilham mengatakan roadshow tersebut akan dilaksanakan secara bertahap dengan menyambangi beberapa daerah dalam satu perjalanan.
“Jadi 24 kabupaten kota akan kita keliling. Kemungkinan ada empat sesi. Setiap turun kita bisa kunjungi tiga sampai lima kabupaten dalam rangka persiapan Muscab,” ujar Ilham, Jumat (06/03).
Menurutnya, Muscab PPP di seluruh daerah dijadwalkan berlangsung pada Mei hingga paling lambat Juni 2026. Forum tersebut sekaligus menjadi momentum pergantian kepemimpinan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yang masa jabatannya telah berakhir.
“Pergantian ketua DPC ini merupakan arahan Mukernas PPP karena rata-rata masa kepemimpinan mereka sudah selesai lima tahun. Setelah roadshow selesai, baru kita laksanakan Muscab di 24 kabupaten kota,” jelasnya.
Setelah proses Muscab rampung, DPW PPP Sulsel akan melanjutkan agenda Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil). Forum ini disiapkan untuk merumuskan arah strategi partai menghadapi kontestasi politik mendatang.
“Muskerwil nanti akan membahas strategi partai ke depan, termasuk pemenangan menuju Pemilu 2029. Jadi dua sampai tiga bulan ke depan fokus kita adalah memperkuat konsolidasi,” katanya.
Terkait kepemimpinan di tingkat cabang, Ilham menegaskan bahwa ketua DPC yang telah menjabat dua periode masih memiliki peluang untuk melanjutkan kepemimpinan, selama dinilai memiliki kinerja baik.
“Dalam AD/ART masih memungkinkan. Ada klausul bahwa jika dinilai berprestasi, masa jabatan bisa dilanjutkan. Ukurannya misalnya suara partai meningkat atau kursi bertambah,” ujarnya.
Ia menilai PPP perlu bersikap lebih fleksibel dalam menentukan kepemimpinan partai agar mampu menghadapi dinamika politik menuju Pemilu 2029.
Selain itu, pelantikan kepengurusan DPW PPP Sulsel juga direncanakan akan dilaksanakan bersamaan dengan agenda Muskerwil. Struktur kepengurusan harian diperkirakan berjumlah sekitar 35 orang dengan keterlibatan generasi muda sekitar 25 persen.
“Sekitar 25 persen kita isi dari kalangan milenial,” kata Ilham.
Di sisi lain, Ilham menegaskan pentingnya memperkuat basis politik PPP di Kota Makassar sebagai ibu kota provinsi. Saat ini PPP memiliki lima kursi di DPRD Makassar, namun belum berhasil meraih posisi pimpinan dewan.
Menurutnya, figur ketua DPC di Makassar harus memiliki kemampuan dan daya juang untuk meningkatkan kekuatan partai.
“Ketua DPC Makassar harus figur yang benar-benar siap berjuang memperkuat PPP. Apalagi Makassar ibu kota provinsi, jadi harus orang yang bisa meningkatkan kekuatan partai,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi PPP, Fasruddin Rusli, mengatakan kader PPP di Makassar terus aktif membangun kedekatan dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial.
Salah satunya dengan membagikan takjil kepada warga selama bulan Ramadan.
“Kami di Makassar membagikan takjil setiap hari. Ini bukan pencitraan, tetapi bentuk kepedulian kepada masyarakat sekaligus menunjukkan PPP tetap hadir,” kata Fasruddin.
Ia optimistis PPP mampu meningkatkan perolehan kursi pada Pemilu 2029, termasuk di DPRD Makassar.
“Target kami minimal enam kursi agar PPP bisa mendapatkan kursi pimpinan DPRD Makassar,” ujarnya.
Fasruddin menambahkan, pada periode sebelumnya PPP sebenarnya sempat memiliki peluang untuk menduduki kursi pimpinan dewan. Namun dinamika internal partai saat itu membuat peluang tersebut tidak terwujud.
“Ke depan kami berharap PPP semakin kuat dan kembali mendapatkan kepercayaan masyarakat,” tukasnya.


















































