Harianjogja.com, JOGJA—Kabar pengunduran diri Iman Brotoseno dari jabatan Dirut TVRI menjadi sorotan publik pada Senin (23/2/2026). Keputusan tersebut disampaikan langsung melalui siaran pers resmi TVRI dan dikaitkan dengan alasan kesehatan.
Dalam keterangan resmi yang dirilis TVRI, Iman Brotoseno menegaskan pengunduran dirinya murni didasari faktor kesehatan. Ia memastikan tidak ada tekanan politik maupun ancaman yang melatarbelakangi keputusannya tersebut.
"Saya memutuskan mengundurkan diri agar dapat fokus pada keadaan kesehatan saya. Tidak ada tekanan politik atau ancaman kekerasan terhadap diri saya. Saya mundur murni karena alasan kesehatan," ujar Iman, Senin (23/2/2026), dikutip dari siaran pers TVRI.
Sosok Iman Brotoseno selama ini dikenal sebagai figur kreatif dengan rekam jejak panjang di industri perfilman dan periklanan nasional. Ia merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia angkatan 1984 sebelum memperdalam keahlian produksi film di National Film & Television School, London, Inggris.
Kariernya di dunia kreatif telah dimulai sejak akhir 1990-an dengan memproduksi beragam karya, mulai dari iklan televisi, film dokumenter, hingga video musik. Debutnya sebagai sutradara film layar lebar tercatat melalui film 3 Srikandi yang dirilis pada 2016 dan mengangkat kisah nyata tim panahan putri Indonesia di Olimpiade Seoul 1988.
Tak hanya berkutat di industri film, Iman juga menaruh minat besar pada fotografi dan videografi bawah laut. Hobi menyelam yang ditekuninya membawanya meraih sertifikasi instruktur selam dari Professional Association of Diving Instructors (PADI).
Di ranah organisasi dan komunitas, Iman Brotoseno pernah menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pekerja Film Iklan Indonesia (APFII) serta Presiden ASEAN Blogger Community. Ia juga aktif menulis di blog dan media sosial, menjadikannya salah satu figur yang cukup dikenal di kalangan kreator digital Indonesia.
Iman Brotoseno resmi memimpin TVRI sejak 27 Mei 2020, menggantikan Helmy Yahya. Pengunduran dirinya pada 23 Februari 2026 menjadi momentum penting bagi TVRI dalam memasuki fase kepemimpinan baru, di tengah tantangan transformasi penyiaran publik dan adaptasi digital yang terus berkembang. Dinamika ini tentu menjadi perhatian publik, terutama terkait bagaimana arah kebijakan TVRI ke depan dan siapa sosok yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan di lembaga penyiaran publik tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

8 hours ago
7

















































