Indonesia Kecam Israel, 9 WNI Misi Kemanusiaan Akhirnya Pulang

8 hours ago 8

Indonesia Kecam Israel, 9 WNI Misi Kemanusiaan Akhirnya Pulang

Menteri Luar Negeri RI Sugiono (tengah) dan Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdalfattah A.K. Al-Sattari (kiri) menyambut kepulangan sembilan WNI yang sempat ditangkap oleh Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0, di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang (24/5/2026). (ANTARA/Cindy Frishanti)

Harianjogja.com, TANGERANG — Pemerintah Indonesia melontarkan kecaman keras atas tindakan militer Israel yang mencegat kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di perairan internasional. Insiden tersebut menyeret perhatian publik setelah sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi relawan dalam misi itu sempat ditahan sebelum akhirnya dipulangkan ke Tanah Air.

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menegaskan bahwa pencegatan terhadap kapal kemanusiaan serta perlakuan terhadap relawan sipil merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan dalam hukum internasional.

“Tindakan sewenang-wenang yang merendahkan martabat warga sipil dalam misi kemanusiaan adalah pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan hukum humaniter,” ujar Sugiono dalam konferensi pers di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (25/5/2026).

Ia juga menyoroti perlakuan tidak manusiawi yang dialami para relawan selama masa penahanan oleh militer Israel. Pemerintah Indonesia, kata dia, tidak tinggal diam dan langsung mengerahkan upaya diplomatik intensif untuk memastikan keselamatan para WNI.

Kabar baiknya, sembilan WNI peserta misi GSF 2.0 kini telah kembali ke Indonesia dalam kondisi selamat. Sugiono menyebut proses pemulangan tersebut sebagai hasil kerja keras lintas lembaga dan koordinasi internasional yang solid.

“Ini merupakan buah dari koordinasi intensif pemerintah Indonesia secara berlapis, mulai dari jalur diplomasi hingga perlindungan kekonsuleran,” jelasnya.

Kementerian Luar Negeri melalui Direktorat Pelindungan WNI mengaktifkan berbagai jalur diplomasi dengan melibatkan sejumlah perwakilan RI di kawasan strategis, termasuk di Ankara, Istanbul, Amman, Kairo, hingga Roma. Kolaborasi ini dinilai menjadi kunci utama dalam mempercepat pembebasan para relawan.

Selain itu, pemerintah Indonesia juga mengapresiasi bantuan dari negara sahabat seperti Turkiye, Yordania, dan Mesir yang turut mendukung proses evakuasi dari Ashdod, Israel.

Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdalfattah A.K. Al-Sattari, bahkan menyebut sembilan WNI tersebut sebagai pahlawan kemanusiaan. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas konsistensi dukungan Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina.

“Saya berterima kasih kepada Presiden dan seluruh rakyat Indonesia atas dukungan yang luar biasa,” ujarnya.

Sebelumnya, kapal GSF 2.0 yang membawa bantuan kemanusiaan dicegat militer Israel di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur, pada 18 Mei 2026. Para relawan, termasuk WNI, kemudian ditahan di Ashdod sebelum akhirnya dibebaskan pada 21 Mei 2026 setelah melalui serangkaian negosiasi.

Sebelum dipulangkan ke Indonesia, para WNI sempat menjalani pemeriksaan kesehatan di Istanbul, Turkiye, guna memastikan kondisi mereka stabil pascakejadian tersebut.

Kasus ini kembali menyoroti pentingnya perlindungan terhadap misi kemanusiaan global serta perlunya penegakan hukum internasional secara konsisten. Pemerintah Indonesia menegaskan akan terus mengawal isu ini dan memastikan keselamatan WNI di luar negeri tetap menjadi prioritas utama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news