
BEI meluncurkan program Awak Pesawat Investor Saham dalam pembukaan Sharia Investment Week 2026, Kamis (21/5/2026). (istimewa)
Harianjogja.com, JOGJA — Tren investasi di pasar modal terus menunjukkan geliat positif di Jogja sepanjang 2026. Minat masyarakat terhadap saham dan instrumen investasi lainnya kian meningkat, ditopang oleh edukasi yang masif serta kesadaran finansial yang semakin baik.
Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jogja, Irfan Noor Riza, mengungkapkan jumlah investor pasar modal di DIY per April 2026 telah mencapai 322.787 investor. Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang konsisten dibandingkan periode sebelumnya.
“Kami tentunya senang sekali dengan capaian di bulan April 2026 ini, dalam satu bulan jumlah investor DIY bertumbuh sebesar 1,19%,” ujarnya, Minggu (24/5/2026).
Dalam catatannya, sepanjang April 2026 saja terjadi penambahan 3.786 investor baru. Bahkan, jika dibandingkan dengan April 2025 yang tercatat 248.113 investor, terjadi lonjakan signifikan sebesar 30,10% dalam kurun waktu satu tahun.
Irfan menilai, kuatnya ekosistem pendidikan di Jogja menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan tersebut. Kota ini dinilai berhasil menciptakan lingkungan yang kondusif bagi peningkatan literasi keuangan, khususnya di kalangan generasi muda.
“Peningkatan jumlah investor aktif, khususnya dari kalangan generasi muda, mahasiswa, profesional muda, hingga komunitas pekerja di berbagai sektor industri,” jelasnya.
Fenomena ini menandakan bahwa investasi saham kini tidak lagi dipandang sebagai aktivitas eksklusif. Masyarakat mulai memahami pentingnya investasi sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang yang sehat dan terukur.
Untuk memperkuat tren positif tersebut, BEI Jogja terus menggencarkan program literasi dan inklusi pasar modal melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari perguruan tinggi hingga komunitas profesional.
Salah satu langkah inovatif yang dilakukan adalah program Awak Pesawat Investor Saham, hasil kolaborasi antara BEI dan sejumlah perusahaan aviasi nasional seperti Garuda Indonesia, Citilink Indonesia, AirAsia Indonesia, serta Jaya Trishindo.
Program ini diperkenalkan dalam rangkaian Sharia Investment Week 2026 sebagai upaya meningkatkan pemahaman investasi bagi pekerja sektor penerbangan.
Pjs. Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyebut program ini bertujuan mendorong pekerja aviasi agar memiliki perencanaan keuangan yang lebih matang, sekaligus menghindari jebakan investasi ilegal.
“Kami berharap para pekerja di industri aviasi semakin memahami pentingnya pengelolaan keuangan dan investasi yang legal, terukur, dan sesuai dengan tujuan keuangan masing-masing,” ungkapnya.
Secara nasional, pertumbuhan investor pasar modal juga menunjukkan tren serupa. Hingga 30 April 2026, jumlah investor di Indonesia telah mencapai 26.486.735 Single Investor Identification (SID), tumbuh 30,17% dibandingkan akhir 2025. Sementara itu, investor saham tercatat 9.562.675 SID atau naik 11,14%.
Dengan tren yang terus meningkat, pasar modal semakin menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong kemandirian finansial masyarakat, termasuk di Jogja yang kini semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan investor di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

8 hours ago
7

















































