Januari 2026, Nilai Ekspor Sulsel Turun 39 Persen

5 hours ago 1
Januari 2026, Nilai Ekspor Sulsel Turun 39 Persenilustrasi ekspor (dok. KabarMakassar)

KabarMakassar.com — Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Selatan mencatat nilai ekspor Provinsi Sulawesi Selatan pada Januari 2026 mencapai US$67 juta.

Angka tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan bulan sebelumnya, namun masih mencerminkan kontribusi sektor komoditas utama terhadap kinerja perdagangan luar negeri daerah.

Secara bulanan (month to month/m-to-m), nilai ekspor Januari 2026 tercatat turun 39,33 persen dibandingkan Desember 2025.

Penurunan ini dipengaruhi oleh berkurangnya nilai ekspor pada sejumlah golongan barang utama, terutama komoditas berbasis pertanian dan industri pengolahan.

Kepala BPS Sulsel, Aryanto, menjelaskan bahwa dinamika ekspor pada awal tahun sangat dipengaruhi fluktuasi harga dan volume pengiriman komoditas unggulan. Ia menegaskan bahwa kondisi ini masih sejalan dengan pola musiman perdagangan.

“Nilai ekspor Provinsi Sulawesi Selatan pada Januari 2026 sebesar US$67 juta, mengalami penurunan dibandingkan Desember 2025 yang mencapai US$111,66 juta,” ujar Aryanto dalam rilis resmi BPS Sulsel.

Sementara itu, secara tahunan (year on year/y-on-y), kinerja ekspor Sulsel juga mengalami kontraksi dibandingkan Januari 2025.

Nilai ekspor pada Januari 2026 turun 45,43 persen dari kondisi bulan yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$124,14 juta.

Meski demikian, beberapa komoditas strategis tetap menjadi penopang utama nilai ekspor daerah pada awal tahun.

Dari sisi struktur komoditas, golongan nikel dan barang dari nikel masih menjadi penyumbang terbesar terhadap total ekspor Sulsel dengan peersentase masing-masing 26,7 persen dan 11,83 persen.

Selain itu, komoditas kakao dan produk turunannya serta hasil perikanan juga tercatat memberikan kontribusi signifikan terhadap kinerja ekspor Januari.

Berdasarkan negara tujuan, ekspor Sulsel pada Januari 2026 paling banyak dikirim ke sejumlah negara di kawasan Asia.

Negara tujuan utama meliputi Tiongkok, Jepang, dan beberapa negara di Asia Tenggara yang selama ini menjadi mitra dagang utama Sulawesi Selatan.

“Sebagian besar ekspor pada Januari 2025 ditujukan ke Tiongkok, Jepang, Vietnam, Amerika Serikat, dan Taiwan dengan proporsi masing-masing sebesar 52,09 persen; 30,11 persen; 5,88 persen; 4,20 persen; dan 3,26 persen,” papar Aryanto.

Di sisi lain, nilai impor barang yang dibongkar melalui pelabuhan di Provinsi Sulawesi Selatan pada Januari 2026 mencapai US$72,11 juta.

Angka ini mengalami peningkatan sebesar 45,15 persen bila dibandingkan nilai impor Januari 2025 yang sebesar US$49,68 juta.

Lima kelompok komoditas utama yang diimpor pada Januari 2026 yaitu olahan makanan hewan, gandum-ganduman, bahan bakar mineral, mesin-mesin/pesawat mekanik dan kakao/coklat dengan distribusi persentase masing-masing sebesar 25,04 persen; 24,36 persen; 17,11 persen; 8,78 persen; dan 5,47 persen.

“Sebagian besar impor pada Januari 2026 didatangkan dari Australia, Brazil, Tiongkok, Singapura, dan Malaysia dengan proporsi masing-masing sebesar 24,37 persen; 22,58 persen; 22,14 persen; 17,83 persen; dan 5,94 persen,” pungkas Aryanto.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news