Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih saat meninjau lokasi pembangunan Jembatan Jonge di Kalurahan Pacarejo, Semanu, Jumat (8/5/2026).Harian Jogja - David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, meninjau langsung pembangunan Jembatan Jonge di Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu, Jumat (8/5/2026). Pemerintah memastikan proyek infrastruktur tetap berjalan dengan mengedepankan skala prioritas di tengah keterbatasan anggaran.
“Infrastruktur ini penting, tapi memang anggaran yang dimiliki masih terbatas. Kami tetap berkomitmen melakukan perbaikan,” kata Endah kepada awak media.
Menurutnya, pembangunan Jembatan Jonge menjadi salah satu prioritas karena berfungsi sebagai akses vital masyarakat sekaligus jalur penghubung menuju kawasan wisata di wilayah Semanu.
Sebelum diperbaiki, kondisi jembatan dilaporkan rusak dengan banyak lubang yang membahayakan pengguna jalan. Menindaklanjuti laporan tersebut, pemerintah daerah langsung melakukan perbaikan.
“Begitu ada laporan kerusakan, saya minta segera ditangani karena ini menyangkut keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.
Endah juga menegaskan bahwa pemerintah terbuka terhadap laporan masyarakat terkait kerusakan infrastruktur. Namun, setiap laporan tetap melalui proses verifikasi lapangan untuk memastikan tingkat kerusakan dan kewenangan penanganan.
“Harus dipastikan dulu apakah itu kewenangan pemkab, provinsi, atau pusat. Kalau memang mendesak dan masuk prioritas, langsung kami perbaiki,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Endah turut mengingatkan pentingnya perlindungan kerja bagi para pekerja proyek. Ia meminta seluruh tenaga kerja dipastikan telah terdaftar dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Sementara itu, Kepala DPUPRKP Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto, memastikan seluruh pekerja proyek telah terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan.
“Kalau tidak ada perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, rekanan tidak bisa ikut dalam proyek,” tegasnya.
Ia menjelaskan, proyek perbaikan Jembatan Jonge ditargetkan rampung pada Juni 2026 dengan total anggaran sebesar Rp180 juta. Selain mengganti struktur lama yang sudah tua, pemerintah juga melakukan pelebaran jembatan dari empat meter menjadi lima meter.
Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai 55 persen. Tahapan pekerjaan sudah memasuki pemasangan rangka untuk pengecoran jembatan, sebelum dilanjutkan ke proses pengaspalan.
“Kami optimistis pekerjaan selesai tepat waktu karena progresnya sesuai rencana,” katanya.
Dengan perbaikan ini, diharapkan akses transportasi masyarakat semakin aman dan konektivitas menuju kawasan wisata di Gunungkidul dapat meningkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

5 hours ago
6

















































