Foto ilustrasi mainan anak. / Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Keamanan mainan bayi perlu menjadi perhatian utama orang tua untuk mencegah risiko cedera selama anak bermain. Dokter anak mengingatkan pemilihan produk bayi yang tidak tepat dapat meningkatkan potensi bahaya bagi kesehatan dan keselamatan anak.
Kesadaran orang tua dalam memilih mainan dan produk bayi yang aman menjadi langkah penting dalam menciptakan lingkungan tumbuh kembang yang sehat. Mainan memang berperan dalam proses belajar dan stimulasi anak, tetapi penggunaan yang tidak sesuai standar keamanan dapat memicu cedera yang sebenarnya dapat dicegah.
Konsultan Pediatrician dan Neonatologist Motherhood Hospitals Pune, Dr. Prashant Laxmanrao Ramtekkar, seperti dikutip dari The Times of India, Selasa (24/2/2026) menjelaskan bahwa orang tua perlu mengevaluasi keamanan setiap produk yang digunakan anak, mulai dari bahan, ukuran, hingga potensi risiko tersembunyi. Ia juga menekankan pentingnya mengikuti informasi penarikan produk (recall) agar terhindar dari barang yang berbahaya.
Menurutnya, banyak cedera terkait mainan dapat dicegah melalui kesadaran, pemilihan produk yang tepat, serta pengawasan yang konsisten dari orang tua.
Perhatian pada Produk Bayi Berisiko
Dr. Ramtekkar menjelaskan bahwa beberapa produk bayi memerlukan perhatian khusus karena berpotensi menimbulkan cedera serius. Alat bantu jalan (walker), misalnya, tidak direkomendasikan karena tidak membantu bayi berjalan lebih cepat dan justru meningkatkan risiko kecelakaan.
Tempat tidur bayi harus memiliki jarak bilah pagar yang aman, kasur yang sesuai ukuran, serta tidak ada bagian yang rusak. Kursi makan tinggi dan kereta bayi juga harus stabil, digunakan dengan sabuk pengaman, serta dijauhkan dari kabel atau benda berbahaya lainnya.
Pentingnya Bahan Mainan yang Aman
Keamanan mainan bayi juga berkaitan erat dengan bahan pembuatannya. Ia menyarankan orang tua memilih mainan dengan cat bebas timbal dan bahan non-toksik. Mainan yang memiliki bau kimia tajam sebaiknya dihindari karena dapat menjadi indikasi adanya zat berbahaya.
Penggunaan mainan lama atau bekas juga perlu dipertimbangkan secara hati-hati. Selain kemungkinan tidak memenuhi standar keselamatan terbaru, kondisi mainan yang sudah aus dapat meningkatkan risiko pecah dan melukai anak.
Bahaya Kebisingan dan Benda Kecil
Dr. Ramtekkar mengingatkan bahwa beberapa mainan dapat menghasilkan suara sangat keras, bahkan setara klakson mobil. Jika ditempelkan langsung ke telinga anak, suara tersebut berpotensi menyebabkan gangguan pendengaran permanen.
Selain itu, benda kecil seperti kelereng, koin, magnet, atau bagian mainan yang mudah dilepas juga harus dihindari karena dapat menyebabkan tersedak dan gangguan pernapasan.
Pengawasan Orang Tua Tetap Utama
Pengawasan langsung saat anak bermain menjadi faktor utama dalam menjaga keamanan. Orang tua perlu memperhatikan label usia pada kemasan mainan serta memeriksa kondisi mainan secara rutin untuk memastikan tidak ada bagian yang rusak atau longgar.
Ia juga menekankan kehati-hatian terhadap mainan yang memiliki tali, komponen listrik, atau bagian yang dapat ditembakkan. Untuk mainan tunggang seperti sepeda, anak harus menggunakan helm, sedangkan skateboard, skuter, dan sepatu roda memerlukan perlengkapan pelindung lengkap karena risiko jatuh dapat berakibat fatal.
Risiko Baterai dan Balon
Mainan dengan baterai kecil harus memiliki kompartemen yang tertutup rapat menggunakan sekrup agar tidak dapat dibuka oleh anak. Baterai kecil sangat berbahaya jika tertelan.
Balon juga termasuk salah satu penyebab utama kematian akibat tersedak pada anak hingga usia enam tahun, sehingga pengawasan ketat sangat diperlukan saat anak bermain dengan benda tersebut.
Menjaga Kebersihan Mainan
Memilih mainan yang dapat dicuci membantu mengurangi paparan debu, kuman, dan alergen yang berpotensi memicu asma atau alergi. Membersihkan serta menyimpan mainan dengan benar menjadi bagian penting dari keamanan anak.
Dr. Ramtekkar menegaskan bahwa keamanan mainan bayi dimulai dari kesadaran orang tua dan dilanjutkan dengan pengawasan harian. Dengan memahami potensi bahaya serta memilih produk yang tepat, anak dapat bermain, belajar, dan tumbuh dalam lingkungan yang lebih aman sekaligus mendukung perkembangan optimalnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : The Times of India

3 hours ago
2

















































