Newswire Minggu, 30 Agustus 2026 09:47 WIB

Foto ilustrasi kebakaran hutan dan lahan. - Magnific
Harianjogja.com, ALJIR—Jumlah korban meninggal akibat kebakaran hutan yang melanda sebagian wilayah Provinsi Jijel, Aljazair timur, mencapai 73 orang. Kebakaran tersebut juga menimbulkan kerusakan luas terhadap rumah, properti, lahan pertanian, dan vegetasi warga setempat.
Laporan sementara otoritas setempat menyebut operasi pemadaman masih berlangsung di sejumlah wilayah. Di saat yang sama, pemerintah melakukan penilaian secara menyeluruh untuk mengetahui tingkat kerusakan yang ditimbulkan oleh kebakaran.
Kobaran api menghanguskan area vegetasi yang luas serta menyebabkan kerusakan parah terhadap rumah, properti, dan lahan pertanian milik warga.
Kondisi tersebut menjadikan kebakaran hutan di Provinsi Jijel sebagai salah satu kebakaran terparah yang pernah melanda wilayah tersebut.
Cuaca dan Angin Kencang Hambat Pemadaman
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Aljazair Said Sayoud pada Kamis (27/8/2026) mengatakan kondisi cuaca yang tidak stabil dan angin kencang menyulitkan penggunaan pesawat pemadam kebakaran secara efektif.
Menurut Sayoud, lebih dari 70 persen kebakaran telah berhasil dikendalikan. Namun, upaya pemadaman terhadap titik-titik api yang masih tersisa terus dilakukan.
Sementara itu, Badan Pertahanan Sipil Aljazair melaporkan sebanyak 118 dari 182 kebakaran yang terjadi di berbagai wilayah negara tersebut telah berhasil dipadamkan.
Seluruh sumber daya manusia dan peralatan yang tersedia dikerahkan untuk menangani kebakaran hutan tersebut.
Enam Orang Tewas pada Juli
Kebakaran hutan juga sebelumnya menimbulkan korban jiwa di sejumlah wilayah Aljazair. Menurut Kementerian Dalam Negeri Aljazair, sebanyak enam orang tewas akibat kebakaran hutan yang melanda sejumlah wilayah di negara tersebut pada Juli lalu.
Kebakaran hutan di Aljazair ini tidak hanya berdampak pada keselamatan jiwa, tetapi juga menghanguskan area vegetasi yang sangat luas. Laporan di lapangan menunjukkan adanya kerusakan parah terhadap rumah tinggal, properti pribadi, serta lahan pertanian milik warga setempat yang menjadi sumber mata pencaharian utama.
Pemerintah setempat tengah melakukan penilaian tingkat kerusakan secara menyeluruh untuk menentukan langkah pemulihan pascabencana. Kondisi cuaca dan medan yang sulit menjadi tantangan tersendiri bagi petugas pemadam kebakaran di lapangan.
Melihat skala kerusakan dan jumlah korban yang jatuh, peristiwa ini disebut-sebut sebagai salah satu kebakaran hutan terparah yang pernah melanda wilayah Provinsi Jijel. Otoritas terkait terus bersiaga dan mengimbau warga untuk tetap waspada selama proses pemadaman dan pendinginan area terdampak masih berlangsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

2 hours ago
1

















































