Aris, salah seorang petani di Kalurahan Tambakrejo, Tempel sedang memperlihatkan tanaman padi yang mulai mengering. Harian Jogja - David Kurniawan
Harianjogja.com, JAKARTA — Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong petani memanfaatkan program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) sebagai langkah mitigasi menghadapi potensi El Nino yang diperkirakan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan AUTP dirancang untuk melindungi petani dari berbagai risiko, mulai dari kekeringan, banjir, hingga serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). “Salah satu langkah yang terus didorong pemerintah adalah pemanfaatan AUTP,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu.
Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan berbagai strategi untuk menjaga ketahanan pangan nasional, termasuk percepatan pembangunan infrastruktur pertanian. Selain itu, program pompanisasi dengan pemasangan puluhan ribu pompa di sentra produksi beras juga dilakukan untuk memastikan suplai air tetap terjaga selama musim kemarau.
Kementan juga memperkuat sistem irigasi berbasis pompa guna mendukung distribusi air ke lahan pertanian yang sebelumnya bergantung pada curah hujan. Meski demikian, kesiapan petani di lapangan tetap menjadi faktor utama dalam menghadapi dampak El Nino.
“El Nino diperkirakan berlangsung hingga enam bulan, dari April sampai September. Insyaallah sektor pangan tetap aman,” kata Amran.
Sementara itu, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan, Andi Nur Alam Syah, menegaskan pentingnya perlindungan usaha tani di tengah ketidakpastian iklim. Melalui AUTP, risiko gagal panen dapat dialihkan sehingga petani tetap memiliki modal untuk melanjutkan usaha.
Ia menambahkan, dukungan terhadap program ini juga datang dari pemerintah daerah. Hingga kini, tercatat 13 provinsi telah berkomitmen melalui APBD untuk mengasuransikan lahan sawah dengan total luas mencapai 92.986,67 hektare.
Program AUTP sendiri merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani. Pemerintah terus mempermudah akses program ini, termasuk melalui sistem pendaftaran yang kini lebih sederhana dan terintegrasi secara digital.
Kementan berharap AUTP tidak hanya dimanfaatkan saat terjadi kerugian, tetapi menjadi bagian dari perencanaan usaha tani sejak awal demi menjaga keberlanjutan produksi dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara

10 hours ago
4

















































