Logo Lontara+KabarMakassar.com — Tingkat pengenalan publik terhadap aplikasi layanan digital Pemkot Makassar, Lontara Plus, masih tergolong rendah. Namun di balik itu, tingkat kepuasan pengguna justru menunjukkan angka sangat tinggi.
Hasil survei Parameter Publik Indonesia (PPI) mengungkap awareness masyarakat terhadap aplikasi tersebut baru berada di angka 22 persen. Artinya, mayoritas warga belum mengetahui keberadaan platform layanan berbasis digital itu.
Direktur Eksekutif PPI, Ras MD, memaparkan bahwa kesenjangan informasi masih menjadi tantangan utama program tersebut.
“Awareness Lontara Plus masih 22 persen. Sekitar 30 persen masyarakat mengaku kurang tahu, bahkan 47 persen tidak tahu sama sekali. Jadi memang yang belum tahu masih jauh lebih besar dibanding yang sudah tahu,” ujar, Kamis (19/02).
Meski demikian, dari kelompok masyarakat yang sudah mengetahui aplikasi tersebut, tingkat adopsinya mulai terbentuk. Sebanyak 30,1 persen responden yang tahu mengaku telah mengunduh dan menggunakan Lontara Plus.
Fitur Aduan Paling Dominan
Riset PPI menunjukkan fitur aduan masyarakat menjadi layanan paling banyak dimanfaatkan. Angkanya mencapai 77,5 persen dari total pengguna.
“Fitur yang paling sering diakses adalah aduan masyarakat. Ini menandakan publik mulai memanfaatkan aplikasi sebagai kanal komunikasi langsung dengan pemerintah,” jelas Ras.
Dari sisi performa layanan, respon pemerintah terhadap laporan warga dinilai cukup sigap. Lebih dari 70 persen responden menyebut kecepatan respon aduan berada dalam kategori cepat.
“Ini kategori baik, apalagi aplikasinya masih relatif baru, tapi sudah dinilai efektif di lapangan,” tambahnya.
Tak hanya responsivitas, aspek kemudahan penggunaan juga mendapat penilaian positif. Sebanyak 90 persen responden menyatakan aplikasi Lontara Plus mudah digunakan.
Sementara itu, 92,5 persen publik menilai kehadiran aplikasi tersebut mempermudah akses terhadap layanan pemerintahan. Ras menilai perubahan pola layanan ini cukup signifikan dibanding sebelumnya.
“Dulu aduan harus lewat lurah atau jalur tertentu dengan akses terbatas. Sekarang masyarakat bisa langsung menyampaikan laporan lewat aplikasi, jauh lebih terbuka,” katanya.
Transparansi Pemerintah Meningkat
Secara umum, tren penilaian terhadap Lontara Plus menunjukkan arah positif. Dari sisi efektivitas, kecepatan respon, hingga akses layanan, publik memberi rapor baik.
Bahkan, 87,5 persen responden menilai aplikasi ini membuat kinerja pemerintah lebih transparan. Angka kepuasan publik terhadap program Lontara Plus juga berada di level yang sama, yakni 87,5 persen.
“Penilaiannya sangat positif. Jadi meskipun awareness masih rendah, tapi yang sudah menggunakan merasa puas dan menilai program ini transparan serta efektif,” tukasnya.

















































