Komisi B DPRD Bantul Minta Dispar Maksimalkan PAD Selama Liburan Sekolah

1 month ago 24

Komisi B DPRD Bantul Minta Dispar Maksimalkan PAD Selama Liburan Sekolah Saryanto - Istimewa - Dok. Pribadi

BANTUL—Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul, Saryanto meminta Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul untuk memaksimalkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada momentum liburan sekolah saat ini.

Pada liburan sekolah ini banyak wisatawan dari berbagai daerah yang berkunjung ke sejumlah destinasi wisata di Bumi Projotamansari, terutama kawasan pantai selatan. Sementara banyak jalur menuju pantai selatan sehingga ada los potensial yang kemungkinan terjadi.

Saryanto mengatakan pariwisata berperan penting dalam perekonomian Bantul, menjadi salah satu sektor unggulan bersama pertanian dan industri. Sektor ini memberikan kontribusi signifikan terhadap PAD dan PDRB Kabupaten Bantul. “Maka Pendapatan Asli Daerah [PAD] dari sektor pariwisata ini perlu dimaksimalkan, terutama di momen liburan ini jangan sampai ada kebocoran retribusi,” katanya, Jumat (4/7).

Untuk menghindari kebocoran retribusi, Saryanto menyarankan agar Dispar Bantul menambah petugas penarikan retribusi tempat wisata yang selama ini menjadi andalan di Bantul yakni Pantai Parangtritis dan Pantai Depok.

Adanya tambahan petugas ini, kata Saryanto, juga mengurangi antrean kendaraan wisatawan yang akan masuk ke objek wisata tersebut.

Selain itu politikus Partai Gerindra ini juga meminta Dispar Bantul menempatkan petugas khusus yang menjaga sejumlah jalan tikus atau jalur alternatif menuju pantai dari pantai sisi timur Parangtritis hingga Pantai paling barat Pandansimo. “Dengan upaya ini diharapkan PAD wisata bisa meningkat dan mencapai target hingga akhir tahun,” ucapnya.

Diberitakan, tahun ini Dispar Bantul menargetkan perolehan PAD sebesar Rp49 miliar,  meningkat hampir dua kali lipat dari realisasi PAD pada 2024 lalu sebesar Rp30,6 miliar. Hingga akhir Mei 2025, perolehan PAD pariwisata baru mencapai 11,6 miliar dengan jumlah kunjungan wisatawan sebanyak 803.334 orang. Sementara realisasi PAD, baru sekitar 23,73% dari target pendapatan selama setahun 2025.

Kendati target sampai akhir tahun cukup berat untuk terealisasi, Saryanto meminta Dispar tetap optimistis karena masih banyak momentum liburan untuk mendongkrak PAD, salah satunya liburan sekolah ini.

 Lebih lanjut Saryanto mengatakan dalam jangka panjang ke depan, Dispar juga harus mulai menerapkan pembayaran retribusi nontunai untuk semua destinasi wisata. Menurut dia, pembayaran retribusi nontunai dapat diterapkan mengingat hampir semua orang memiliki ponsel. Terlebih wisatawan saat ini juga sudah terbiasa dengan kartu e-money. “Pembayaran nontunai ini dapat meminimalkan kebocoran retribusi. Selain itu juga bisa menghemat biaya untuk mencetak karcis retribusi,” ujarnya.

BACA JUGA: Bantul Akan Membangun Tempat Pengolahan Sampah Baru di Bawuran Pleret, Ini Lokasinya

Pemindahan TPR

Saryanto juga mengapresiasi Dispar Bantul yang sudah bergerak cepat dengan memindahkan semua TPR pantai selatan dari utara Jalur jalan lintas Selatan (JJLS) ke selatan JJLS. Pemindahan TPR tersebut untuk memaksimalkan PAD seiring bakal beroperasinya Jembatan Pandansimo yang menghubungkan Bantul dan Kulonprogo.

Terkait dengan pemindahan TPR, Komisi B sudah melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Untuk TPR Induk Parangtritis dalam proses pemindahan ke selatan JJLS, tepatnya di dekat Makam Syekh Bela Belu.

Sementara enam TPR lainnya di pantai wilayah barat juga sedang dalam proses pemindahan ke selatan JJLS, meski TPR pantai barat bentuknya masih portable.

Saryanto menjelaskan, enam TPR masih portabel karena menempati lahan Sultan Ground (SG) sehingga butuh izin dari Gubernur DIY untuk pemanfaatannya.

 Dia juga mendorong Dispar Bantul untuk memperbanyak event dan atraksi wisata di kawasan wisata untuk menarik wisatawan pada momen-momen low season atau musim sepi kunjungan wisatawan, sehingga destinasi wisata Bantul diharapkan tetap ramai baik dalam kondisi low season maupun high season.

 Saryanto merupakan politikus partai Gerindra. Selain menjabat sebagai anggota Komisi B DPRD Bantul, Saryanto juga merupakan anggota Badan Pembentukan Peraturan daerah (Bapemperda). Di luar tugas kedewanan, Saryanto dipercaya sebagai Wakil Ketua DPC Gerindra Bantul.

Pria kelahiran 15 Februari 1969 ini mengawali karier sebagai Kepala Dukuh Blawong, Kalurahan Trimulyo, Kapanewon Jetis, Bantul. Pada 2019 ia mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Bantul melalui Gerindra dan terpilih. Kemudian kembali terpilih sebagai anggota DPRD Bantul untuk periode 2024-2029. (Advetorial)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news