
Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, memberikan keterangan dalam kegiatan di Aula RSUD Tidar Kota Magelang, Selasa (15/9/2026) malam./Istimewa-Dok. Pemerintah Kota Magelang
Harianjogja.com, MAGELANG—Pemerintah mendorong integrasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan upaya penemuan dan penanggulangan tuberkulosis (TBC). Langkah tersebut ditujukan untuk mempercepat deteksi kasus TBC di masyarakat sekaligus memastikan pasien mendapatkan penanganan sedini mungkin.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) dr. Benjamin Paulus Octavianus mengatakan penanganan TBC menjadi salah satu prioritas pemerintah karena tingginya beban kasus penyakit tersebut di Indonesia.
“Penanganan TBC menjadi prioritas utama,” kata Benjamin dalam kegiatan di Aula RSUD Tidar Kota Magelang, Selasa (15/9/2026) malam.
Menurut Benjamin, penguatan penanganan TBC tidak hanya diarahkan pada pengobatan pasien. Pemerintah juga meningkatkan upaya pencegahan dan penemuan kasus sedini mungkin agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Kota Magelang Jadi Rujukan Pasien
Pemantauan penanganan TBC dilakukan di sejumlah daerah untuk melihat secara langsung kendala yang dihadapi di lapangan. Kota Magelang menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena tingginya aktivitas layanan kesehatan di daerah tersebut.
Dengan jumlah penduduk sekitar 130 ribu jiwa, Benjamin menyebut secara perhitungan kebutuhan tempat tidur rumah sakit di Kota Magelang sekitar 130 unit. Namun, kapasitas tempat tidur yang terisi dapat mencapai lebih dari 400 unit.
"Kondisi tersebut, menunjukkan Kota Magelang menjadi salah satu tujuan rujukan pasien dari daerah sekitar, termasuk dalam penanganan TBC. Karena Kota Magelang pelayanan bagus, dan bisa jadi percontohan," katanya.
Posisi Kota Magelang sebagai tujuan rujukan tersebut menjadi salah satu alasan penguatan layanan penanganan TBC dilakukan. Integrasi layanan kesehatan juga diharapkan dapat membuat penemuan kasus berlangsung lebih luas dan cepat.
Lebih dari 95 Juta Orang Manfaatkan CKG
Di tingkat nasional, pelaksanaan CKG telah dimanfaatkan lebih dari 95 juta orang. Jawa Tengah menjadi provinsi dengan tingkat partisipasi CKG tertinggi di Indonesia, salah satunya berkat hadirnya program Dokter Spesialis Keliling (Spelling).
Bagi Pemerintah Kota Magelang, CKG tidak sekadar menjadi sarana pemeriksaan kesehatan. Program tersebut juga dipandang dapat menjadi pintu masuk untuk menemukan kasus TBC lebih awal.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengatakan penemuan kasus harus dilanjutkan dengan pengobatan dan pemantauan sampai pasien menyelesaikan seluruh rangkaian terapi.
“Penemuan kasus harus sedini mungkin, pasien segera mendapat pengobatan, dan pengobatan dipastikan sampai tuntas,” ujarnya.
Pemerintah Kota Magelang selanjutnya akan memperkuat peran puskesmas, RSUD, kader kesehatan, pemerintah kelurahan, dan masyarakat dalam penemuan serta penanganan kasus TBC.
Penguatan tersebut juga dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. Perangkat daerah, dunia pendidikan, perguruan tinggi, dunia usaha, dan unsur masyarakat akan dilibatkan dalam upaya tersebut.
Pencegahan TBC Perlu Kolaborasi Berjenjang
Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus mengatakan penanggulangan TBC membutuhkan kolaborasi pemerintah secara berjenjang, mulai dari tingkat pusat hingga daerah dan masyarakat.
“Saat ini fokus utama kita adalah meningkatkan upaya pencegahan,” kata Wiyagus.
Menurut dia, kolaborasi penanggulangan TBC perlu diperkuat hingga tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa, dan posyandu.
Sosialisasi kepada masyarakat juga dinilai penting untuk meningkatkan pemahaman bahwa TBC dapat disembuhkan. Selain itu, pengobatan harus dijalankan sampai tuntas.
Integrasi CKG dengan penanggulangan TBC diharapkan memperluas jangkauan penemuan kasus. Dengan demikian, pasien dapat lebih cepat memperoleh penanganan dan upaya pencegahan penularan dapat dilakukan sejak dini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

1 hour ago
1

















































