Kualitas Hidup Indonesia Peringkat 72 Dunia, di Bawah Malaysia

3 hours ago 1

Jumali

Jumali Kamis, 09 Juli 2026 21:07 WIB

Harianjogja.com, JOGJA—Singapura kembali menempati posisi teratas sebagai negara dengan kualitas hidup terbaik di Asia Tenggara berdasarkan pemeringkatan Best Countries for Quality of Life 2026 yang dirilis US News & World Report. Dalam daftar global tersebut, Negeri Singa berada di peringkat ketujuh dunia dan menjadi satu-satunya negara ASEAN yang berhasil masuk jajaran 10 besar.

Penilaian kualitas hidup dalam laporan tersebut mempertimbangkan sejumlah indikator penting yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat. Aspek yang dinilai mencakup kualitas layanan kesehatan, keamanan, stabilitas politik, peluang ekonomi, kualitas lingkungan, hingga ketersediaan infrastruktur yang mendukung aktivitas sehari-hari.

Posisi Singapura yang konsisten berada di papan atas dinilai tidak lepas dari keberhasilannya membangun sistem pelayanan publik yang efisien. Negara kota tersebut juga dikenal memiliki tingkat keamanan yang tinggi, sistem transportasi modern, serta lingkungan bisnis yang kompetitif sehingga mampu menarik investasi dan menciptakan lapangan pekerjaan berkualitas.

Di kawasan Asia Tenggara, Malaysia berada di posisi kedua dengan menempati peringkat ke-37 dunia. Selanjutnya terdapat Thailand di urutan ke-42, Vietnam di posisi ke-64, dan Indonesia yang berada di peringkat ke-72 dunia.

Meski belum masuk kelompok negara dengan kualitas hidup tertinggi, posisi Indonesia menunjukkan adanya ruang perbaikan yang masih terbuka lebar. Sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar di Asia Tenggara dan ekonomi terbesar di kawasan, Indonesia memiliki potensi untuk meningkatkan berbagai indikator yang menjadi penilaian dalam survei tersebut.

Beberapa tantangan yang masih sering menjadi sorotan antara lain pemerataan akses layanan kesehatan, kualitas infrastruktur di berbagai daerah, kemacetan di kawasan perkotaan, hingga kualitas lingkungan. Selain itu, kesenjangan pembangunan antarwilayah juga masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan secara bertahap.

Di sisi lain, sejumlah negara tetangga berhasil memperbaiki kualitas hidup warganya melalui investasi jangka panjang pada sektor pendidikan, kesehatan, dan transportasi publik. Singapura menjadi contoh bagaimana kebijakan yang konsisten mampu menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi masyarakat maupun pelaku usaha.

Malaysia dan Thailand juga menunjukkan perkembangan yang cukup baik melalui peningkatan layanan publik dan penguatan sektor ekonomi. Sementara Vietnam mulai menarik perhatian karena pertumbuhan ekonominya yang pesat dalam beberapa tahun terakhir, yang berdampak pada meningkatnya kualitas hidup masyarakat.

Adapun posisi terbawah di kawasan Asia Tenggara ditempati Laos yang berada di peringkat ke-89 dunia, disusul Kamboja di posisi ke-93 dan Myanmar di urutan ke-94.

Peringkat kualitas hidup ini menjadi salah satu indikator yang dapat digunakan untuk melihat sejauh mana suatu negara mampu menyediakan lingkungan yang mendukung kesejahteraan masyarakat. Bagi Indonesia, hasil tersebut dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus dorongan untuk mempercepat perbaikan layanan publik, pemerataan pembangunan, serta peningkatan kualitas hidup warga di berbagai daerah.

Dengan potensi ekonomi yang besar dan jumlah penduduk usia produktif yang terus meningkat, Indonesia masih memiliki peluang untuk memperbaiki posisinya pada pemeringkatan global di masa mendatang apabila reformasi layanan publik dan pembangunan infrastruktur dapat berjalan secara berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news