BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF — Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan (HMTP) Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar Bakti Bumi Mahasiswa 2026 di kawasan Ngarai Sianok dan Taman Panorama Lubang Jepang, Kota Bukittinggi.
Kegiatan yang memadukan edukasi kebumian, konservasi lingkungan, dan mitigasi bencana tersebut diikuti 323 peserta dengan dukungan 64 panitia.
Salah satu kegiatan utama adalah pemasangan papan informasi geologi di kawasan Ngarai Sianok. Papan tersebut menyajikan informasi mengenai proses pembentukan ngarai, karakteristik batuan, struktur geologi, bentang alam, hingga potensi bencana di kawasan tersebut.
Selain itu, mahasiswa memberikan edukasi kepada pengunjung di kawasan Lubang Jepang mengenai kondisi geologi dan aspek keteknikan terowongan. Materi yang disampaikan antara lain berkaitan dengan sistem ventilasi serta kestabilan bangunan bawah tanah.
Edukasi tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Lubang Jepang sebagai objek wisata sejarah sekaligus destinasi wisata edukasi kebumian.
Tidak hanya memberikan edukasi, mahasiswa juga melakukan aksi bersih-bersih di kawasan Ngarai Sianok. Kegiatan dilanjutkan dengan penanaman 180 bibit pohon di kawasan tebing dan lereng.
Penanaman pohon dilakukan sebagai upaya menjaga tutupan lahan, mengurangi risiko erosi, serta mendukung konservasi lingkungan di kawasan Ngarai Sianok.
Kepala Departemen Teknik Pertambangan FT UNP, Dr. Ir. Rudy Anarta, S.T., M.T., mengatakan Bakti Bumi menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
“Mahasiswa perlu memiliki kemampuan akademik, kompetensi lapangan, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap lingkungan,” ujarnya.
Rudy berharap kegiatan tersebut dapat dilanjutkan melalui kolaborasi antara UNP, Pemerintah Kota Bukittinggi, masyarakat, dan pengelola kawasan.
Ia juga berharap Ngarai Sianok tidak hanya dipandang sebagai destinasi wisata, tetapi dapat dikembangkan sebagai ruang belajar terbuka atau kampus alam kebumian.
Pelaksanaan Bakti Bumi Mahasiswa 2026 mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Bukittinggi. Wali Kota Bukittinggi H.M. Ramlan Nurmatias turut menyampaikan dukungan terhadap kegiatan yang dinilai memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat, khususnya di kawasan Ngarai Sianok dan Kelurahan Kayu Kubu.
Ketua HMTP FT UNP, Refli Hidayat, bersama Ketua Pelaksana Bakti Bumi Mahasiswa 2026, Radhitya Sachio Martin, berharap kegiatan tersebut dapat berkembang menjadi gerakan berkelanjutan mahasiswa dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi.
Melalui Bakti Bumi Mahasiswa 2026, mahasiswa Teknik Pertambangan UNP menunjukkan bahwa keilmuan pertambangan tidak hanya berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya alam, tetapi juga mencakup aspek konservasi lingkungan, keselamatan, mitigasi bencana, dan pembangunan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan bermutu, SDG 11 tentang kota dan permukiman berkelanjutan, SDG 13 tentang penanganan perubahan iklim, serta SDG 15 tentang ekosistem daratan.

5 hours ago
2


















































