JOGJA — Transformasi transportasi publik di Jogja memasuki babak baru. Pemerintah Daerah DIY melalui Dinas Perhubungan DIY meluncurkan inovasi bertajuk NYAWIJI (Navigasi Yang Wujudkan Integrasi Jadwal dan Informasi), sebuah sistem digital yang digadang-gadang bakal mengubah cara masyarakat mengakses layanan angkutan umum.
Program ini menjadi jawaban atas kebutuhan mobilitas modern yang menuntut kecepatan, kepastian jadwal, dan kemudahan akses informasi dalam satu genggaman.
Transportasi Jogja Masih Terpisah, NYAWIJI Jadi Solusi
Selama ini, integrasi fisik antarmoda di Jogja sebenarnya sudah tersedia, terutama di titik strategis seperti Bandara Adisutjipto dan Stasiun Lempuyangan. Namun, sistem informasinya masih terpisah.
Akibatnya, pengguna harus berpindah aplikasi atau mencari jadwal secara manual antara layanan Trans Jogja, KRL Jogja–Solo, hingga penerbangan.
Lewat NYAWIJI, semua informasi itu akan disatukan dalam satu sistem terpadu—mulai dari jadwal keberangkatan, posisi armada, hingga estimasi waktu tiba secara real-time.
.jpg)
Sosialisasi NYAWIJI
Berbasis API, QR Code, hingga Layar Digital
Sistem ini dikembangkan dengan pendekatan teknologi modern, termasuk penggunaan Application Programming Interface (API), penyediaan layar informasi digital (IPTIS), serta QR Code di titik transit.
Hasil Kajian Evaluasi Kinerja Pelayanan Trans Jogja 2025 menunjukkan bahwa masalah terbesar transportasi publik di DIY terletak pada integrasi dan digitalisasi. Bahkan, analisis metode USG (Urgency, Seriousness, Growth) menempatkan isu ini sebagai prioritas utama yang harus segera dibenahi.
Kepuasan Tinggi, Tapi Masih Ada PR
Saat ini, layanan Trans Jogja telah mengoperasikan 20 rute dengan 457 halte, didukung 128 bus diesel dan 2 bus listrik. Tingkat kepuasan masyarakat pun tinggi, dengan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) mencapai 90,99 atau kategori A.
Meski begitu, sejumlah catatan masih muncul, terutama terkait ketepatan jadwal, waktu tunggu, dan keterbatasan informasi perjalanan yang real-time.
Dorong Warga Beralih ke Transportasi Publik
Kepala Bidang Angkutan Dishub DIY, Wulan Sapto Nugroho, menegaskan bahwa digitalisasi bukan sekadar inovasi teknologi, melainkan strategi besar membangun ekosistem transportasi berkelanjutan.
"Transformasi digital layanan transportasi tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan, tetapi juga membangun ekosistem transportasi publik yang terintegrasi dan berkelanjutan. Kemudahan akses informasi diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap angkutan umum sekaligus mendorong peralihan penggunaan kendaraan pribadi menuju transportasi publik yang lebih efisien dan ramah lingkungan."
.jpg)
Menuju Sistem Pembayaran Terintegrasi
Ke depan, NYAWIJI tidak berhenti pada integrasi informasi. Program ini juga menjadi fondasi menuju sistem pembayaran antarmoda yang terintegrasi.
Pemda DIY bersama Kementerian Perhubungan menargetkan hadirnya sistem pembayaran multimoda yang seamless, praktis, dan efisien—memungkinkan masyarakat berpindah moda tanpa hambatan, cukup dalam satu sistem.
Kolaborasi lintas sektor pun dikerahkan, melibatkan PT Kereta Api Indonesia, PT Kereta Commuter Indonesia, Angkasa Pura I, serta mitra swasta lainnya.
Dengan inovasi ini, DIY kian memantapkan langkah sebagai daerah progresif dalam pengembangan transportasi publik berbasis teknologi di Indonesia. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

5 hours ago
7

















































