Logo Komite Olimpiade Internasional (IOC). Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Olimpiade Musim Dingin 2026 resmi berakhir setelah 17 hari persaingan sengit di Italia Utara, dengan Norwegia kokoh di puncak klasemen medali. Ajang edisi ke-25 yang berlangsung 6–22 Februari 2026 itu diikuti sekitar 2.900 atlet dari 90 negara dan mempertandingkan 116 nomor dari 16 cabang olahraga.
Penyelenggaraan terpusat di kawasan Milan–Cortina d'Ampezzo dengan mengusung prinsip keberlanjutan melalui pemanfaatan fasilitas yang telah ada di Pegunungan Alpen. Mengangkat tema “Harmony” dan motto “IT'S YOUR VIBE”, Italia kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai tuan rumah, dua dekade seusai edisi Turin.
Dalam klasemen akhir Olimpiade Musim Dingin 2026, Norwegia tampil dominan dengan total 41 medali, terdiri atas 18 emas, 11 perak, dan 12 perunggu. Capaian ini menegaskan posisi negara Skandinavia tersebut sebagai kekuatan utama olahraga musim dingin dunia.
Di peringkat kedua, Amerika Serikat membukukan 33 medali (12 emas, 13 perak, 8 perunggu), menjadi raihan terbanyak mereka pada Olimpiade Musim Dingin di luar kandang. Tuan rumah Italia menyusul di posisi ketiga dengan total 30 medali.
Upacara penutupan berlangsung megah di Arena di Verona, amfiteater Romawi berusia sekitar 2.000 tahun. Prosesi “Drop of Fire” dari tungku kaca Murano menandai padamnya api Olimpiade sebelum bendera diserahkan kepada French Alps sebagai tuan rumah edisi 2030.
Bintang terbesar edisi ini adalah Johannes Hoesflot Klaebo. Atlet lintas alam Norwegia tersebut menyapu enam medali emas di Cortina dan kini mengoleksi total 11 emas Olimpiade sepanjang kariernya.
Dari cabang figure skating, Alysa Liu mengakhiri puasa emas Amerika Serikat selama 24 tahun di nomor tunggal putri setelah mencatat 226,79 poin. Ia unggul atas Kaori Sakamoto dan Ami Nakai yang meraih perak dan perunggu.
Prestasi gemilang juga ditorehkan Eileen Gu yang mempertahankan emas nomor halfpipe untuk China. Sementara itu, tim hoki es putra Amerika Serikat mencatat kemenangan dramatis 2-1 atas Kanada di perpanjangan waktu, menghadirkan momen yang disebut sebagai “Miracle on Ice” modern.
Sejarah baru tercipta bagi Amerika Selatan ketika Lucas Pinheiro Braathen mempersembahkan emas pertama bagi Brasil melalui nomor slalom putra. Meski diwarnai drama cedera, termasuk yang dialami Lindsey Vonn, Olimpiade Musim Dingin 2026 di Milan–Cortina tetap meninggalkan warisan penting bagi olahraga global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

9 hours ago
6

















































