Harianjogja.com, BANTUL — Kasus pembacokan terhadap petugas pemungut retribusi di kawasan Parangtritis masih menyisakan misteri. Hingga kini, aparat kepolisian belum berhasil mengungkap identitas pelaku yang menyerang korban dengan senjata tajam.
Peristiwa tersebut menimpa MBA (39), warga Padukuhan Duwuran, Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek, Bantul. Korban yang juga berprofesi sebagai guru itu mengalami luka sabetan di paha kiri setelah diserang pada Minggu (18/5/2026) malam di area Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Parangtritis.
Petugas dari Polsek Kretek masih terus melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku di balik aksi kekerasan tersebut.
Pelaku Gunakan Penutup Wajah
Panit Reskrim Polsek Kretek, Kismanto, mengungkapkan bahwa pelaku menjalankan aksinya dengan sangat rapi. Identitasnya sengaja disamarkan menggunakan masker, helm, dan penutup wajah, sehingga sulit dikenali.
“Pelaku menutupi wajah, hanya bagian mata yang terlihat,” ujarnya, Sabtu (23/5/2026).
Kondisi ini diperparah dengan tidak adanya kamera pengawas di lokasi kejadian. CCTV di TPR lama diketahui telah dicopot setelah operasional dipindahkan ke lokasi baru di selatan perempatan Kelok 23.
Beraksi Berdua, Kabur ke Arah Utara
Dari hasil penyelidikan sementara, pelaku diduga berjumlah dua orang dan datang menggunakan sepeda motor matik tanpa pelat nomor. Setelah melakukan pembacokan, keduanya langsung melarikan diri ke arah utara.
Polisi kini mengandalkan rekaman CCTV dari titik lain di sekitar lokasi untuk melacak pergerakan pelaku sebelum dan sesudah kejadian.
“Penyidik masih menganalisis sejumlah rekaman CCTV yang berhasil dikumpulkan,” kata Kismanto.
Diduga Bukan Kejahatan Jalanan
Menariknya, polisi menduga kasus ini bukan bagian dari aksi kejahatan jalanan yang belakangan marak terjadi. Waktu kejadian yang berlangsung sekitar pukul 21.15 WIB dinilai tidak sesuai dengan pola umum kejahatan jalanan yang biasanya terjadi menjelang dini hari.
Hal ini membuka kemungkinan adanya motif lain, termasuk dugaan persoalan pribadi antara pelaku dan korban. Namun, polisi masih berhati-hati dalam menyimpulkan.
“Kami belum bisa memastikan motif. Semua masih dalam pendalaman,” tegas Kismanto.
Polisi Akui Belum Ada Petunjuk Baru
Sementara itu, Polres Bantul melalui Kasi Humas Rita Hidayanto menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada perkembangan signifikan dalam pengungkapan kasus tersebut.
“Masih dalam penyelidikan. Belum ada petunjuk baru yang mengarah ke pelaku,” ujarnya.
Kasus ini menjadi perhatian serius karena terjadi di kawasan wisata yang cukup ramai. Aparat kepolisian memastikan akan terus memburu pelaku hingga tertangkap, sekaligus mengungkap motif di balik aksi kekerasan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

9 hours ago
5

















































