Pemilu 2029, Danny Pomanto Ungkap PDIP Sulsel Rekrut Caleg Lebih Awal

2 hours ago 1
Pemilu 2029, Danny Pomanto Ungkap PDIP Sulsel Rekrut Caleg Lebih AwalKetua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD PDIP Sulsel, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto (Dok: Sinta KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Sulawesi Selatan mulai menyiapkan strategi menghadapi Pemilu 2029 dengan melakukan perekrutan calon legislatif (caleg) lebih awal.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi elektoral partai di tengah perubahan dinamika politik dan komposisi pemilih yang terus berkembang.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD PDIP Sulsel, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto, mengatakan pihaknya saat ini fokus memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat bawah sebagai fondasi menghadapi kontestasi politik mendatang.

“Sekarang fokus kita konsolidasi PAC, ranting sampai anak ranting. Karena itu adalah infrastruktur partai,” ujar Danny, usai menghadiri pelantikan KNPI Sulsel di Hotel Claro Makassar, Senin (09/03).

Ia menjelaskan proses konsolidasi tersebut sedang berjalan di berbagai daerah di Sulawesi Selatan dan ditargetkan rampung pada tahun ini.
Di sisi lain, PDIP Sulsel juga mulai melakukan langkah elektoral dengan menjaring bakal calon legislatif lebih dini di sejumlah wilayah.

“Memang konsepnya pencalegan dini. Bahkan di beberapa kabupaten sudah ada yang mulai merekrut calon legislatif,” katanya.

Menurut Danny, percepatan proses pencalegan dilakukan karena peta politik saat ini berubah sangat cepat, terutama dipengaruhi oleh dominasi pemilih muda dalam pemilu mendatang.

Ia menyebut sekitar 62 persen pemilih pada pemilu ke depan diprediksi berasal dari kalangan anak muda dan perempuan.

“Sekarang ini dalam ukuran prediksi voters, sekitar 62 persen itu pemilih muda dan perempuan. Generasi Gen Z, milenial sampai Gen Alpha ini punya karakter yang berbeda,” jelasnya.

Danny menilai partai politik harus mampu beradaptasi dengan perubahan karakter pemilih tersebut. Ia menyebut generasi muda memiliki pola komunikasi dan preferensi politik yang berbeda dibanding generasi sebelumnya.

“Siapa yang bisa beradaptasi dengan situasi hari ini, dia yang akan unggul,” ujarnya.

Selain itu, PDIP Sulsel juga masih melakukan pemetaan ulang kekuatan politik di daerah. Menurut Danny, munculnya berbagai partai baru serta dinamika politik nasional membuat komposisi suara di daerah berpotensi berubah.

“Ada banyak perubahan politik, termasuk munculnya partai-partai baru. Karena itu peta kekuatan harus diukur ulang, tidak bisa lagi memakai asumsi lama,” katanya.

Meski demikian, ia menilai semakin banyak partai politik justru membuka lebih banyak pilihan bagi masyarakat dalam menentukan preferensi politiknya.

“Kita tidak melihat itu sebagai ancaman, tetapi sebagai kondisi politik yang harus dihadapi,” tambah Danny.

Sementara itu, terkait sejumlah isu internal partai, Danny menegaskan bahwa PDIP di daerah tetap mengikuti arahan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

“Kami di daerah prinsipnya sami’na wa atha’na, taat pada keputusan partai dan konstitusi,” tukasnya.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news