Pemko Padang Perkuat Pola Asuh Positif di Panti Asuhan, Pengurus Diberi Edukasi Psikologis

19 hours ago 8

promo hayati padang agustus

PADANG, KLIKPOSITIF — Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) terus memperkuat upaya pemenuhan hak dan perlindungan anak, termasuk bagi anak-anak yang tinggal di panti asuhan.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui Sosialisasi Psikoedukasi Pola Asuh Anak bagi Pengelola Panti Asuhan di Kota Padang yang digelar di Aula Meeting DP3AP2KB Kota Padang, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 30 orang pengurus panti asuhan se-Kota Padang. Hadir dalam kegiatan itu Kepala DP3AP2KB Kota Padang Boby Firman, Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak (PHA) DP3AP2KB Kota Padang Ade Yonanda Irza, narasumber dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Sumatera Barat, serta mahasiswa Profesi Psikolog Universitas Andalas (Unand).

Psikoedukasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kapasitas pengelola panti dalam menerapkan pola asuh yang positif, memahami kebutuhan psikologis anak, sekaligus membangun lingkungan pengasuhan yang aman, nyaman dan mendukung tumbuh kembang anak.

Kebutuhan terhadap pola asuh yang tepat dinilai semakin penting karena anak-anak memiliki posisi strategis dalam menentukan kualitas sumber daya manusia pada masa mendatang. Di Kota Padang, anak-anak mencakup sekitar 32,16 persen dari total populasi.

Jumlah tersebut menunjukkan bahwa pemenuhan hak anak bukan sekadar persoalan pelayanan sosial, tetapi juga berkaitan erat dengan pembangunan sumber daya manusia. Anak yang memperoleh perlindungan, kasih sayang, pendidikan, serta lingkungan pengasuhan yang sehat memiliki ruang yang lebih baik untuk berkembang secara optimal.

Sebaliknya, anak yang tumbuh dalam lingkungan yang tidak mendukung berpotensi menghadapi berbagai persoalan dalam perkembangan psikologis maupun sosialnya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian khusus terhadap anak-anak yang tinggal di panti asuhan. Kehilangan atau keterbatasan figur orang tua, minimnya dukungan emosional, serta pengalaman hidup yang beragam dapat membuat sebagian anak lebih rentan mengalami tekanan psikologis, stres, kecemasan hingga persoalan relasi dengan teman sebaya.

Karena itu, pengurus panti asuhan tidak hanya dituntut mampu memenuhi kebutuhan dasar anak, seperti makanan, tempat tinggal dan pendidikan. Mereka juga perlu memiliki pemahaman mengenai kondisi psikologis anak serta cara berkomunikasi dan memberikan pengasuhan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak.

Kepala DP3AP2KB Kota Padang Boby Firman mengatakan, anak merupakan bagian penting dalam pembangunan sehingga kualitas dan perlindungannya harus mendapatkan perhatian secara sungguh-sungguh.

“Anak merupakan potensi yang sangat penting, sebagai penentu kualitas sumber daya manusia Indonesia yang akan menjadi pilar utama pembangunan bangsa, sehingga perlu ditingkatkan kualitasnya dan mendapatkan perlindungan secara sungguh-sungguh,” kata Boby.

Menurutnya, pemenuhan hak anak di panti asuhan perlu dilakukan secara menyeluruh. Tidak cukup hanya memastikan tersedianya fasilitas yang layak, tetapi juga memastikan anak memperoleh pola pengasuhan yang memperhatikan kondisi dan kesejahteraan psikologis mereka.

“Kami DP3AP2KB Kota Padang terus mendorong agar semua layanan pemenuhan hak anak di panti asuhan dapat menjadi pusat layanan yang ramah anak, tidak hanya fasilitasnya namun juga lebih memperhatikan pola asuh yang berbasis kesejahteraan psikologis anak,” ujarnya.

Boby menilai, pendekatan tersebut penting karena lingkungan tempat anak tumbuh akan memberikan pengaruh terhadap pembentukan karakter, kemampuan mengelola emosi, serta cara anak berinteraksi dengan lingkungan sosialnya.

Melalui kegiatan psikoedukasi, pengurus panti diharapkan mendapatkan bekal pengetahuan dan pemahaman yang dapat diterapkan dalam aktivitas pengasuhan sehari-hari. Termasuk bagaimana mengenali kondisi anak, membangun komunikasi yang sehat, memberikan batasan secara positif dan menangani persoalan tanpa menggunakan kekerasan.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak DP3AP2KB Kota Padang sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan, Ade Yonanda Irza, mengatakan pengurus panti memiliki peranan yang sangat penting dalam proses pembentukan karakter anak asuh.

Menurut Ade, pengurus panti merupakan sosok yang berinteraksi secara langsung dengan anak dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, cara pengurus memberikan respons terhadap perilaku anak, mengelola konflik, membangun komunikasi hingga menciptakan suasana lingkungan panti dapat memengaruhi perkembangan emosional anak.

“Pengurus panti asuhan memegang peranan penting dalam mengatur regulasi emosi anak. Karakter pola asuh yang diberikan dan penciptaan lingkungan yang ramah anak menjadi indikator penting bagi pengurus panti untuk memberikan dampak yang positif terutama pembentukan karakter anak di panti asuhan,” kata Ade.

Ia menjelaskan, psikoedukasi tersebut dirancang untuk meningkatkan pengetahuan pengurus panti mengenai pola asuh positif yang mengedepankan pendekatan tanpa kekerasan, baik kekerasan fisik maupun verbal.

Selain itu, kegiatan juga diarahkan untuk membantu pengurus memahami cara mengelola stres dalam menjalankan tugas pengasuhan. Hal tersebut penting karena pengurus panti menghadapi anak-anak dengan karakter, pengalaman dan kebutuhan psikologis yang berbeda-beda.

” Dengan latar belakang itulah, DP3AP2KB Kota Padang melalui Bidang Pemenuhan Hak Anak melaksanakan psikoedukasi pola asuh anak bagi pengurus panti asuhan di Kota Padang,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan perspektif psikologis dari narasumber HIMPSI Sumatera Barat serta mahasiswa Profesi Psikolog Unand. Materi yang diberikan menjadi ruang bagi pengurus panti untuk memahami berbagai persoalan yang mungkin muncul dalam proses pengasuhan sekaligus mencari pendekatan yang lebih tepat dalam mendampingi anak.

Pendekatan pola asuh positif diharapkan dapat mengurangi praktik pengasuhan yang berpotensi menimbulkan tekanan terhadap anak. Sebaliknya, pengurus didorong membangun pola komunikasi yang menghargai anak, memberikan rasa aman, serta membantu mereka mengenali dan mengelola emosi.

Lingkungan panti yang ramah anak juga diharapkan mampu menjadi ruang pemulihan bagi anak-anak yang sebelumnya memiliki pengalaman kurang menyenangkan. Dukungan emosional dari orang dewasa yang dipercaya menjadi salah satu bagian penting dalam membantu anak menghadapi pengalaman tersebut.

Dengan demikian, keberadaan panti asuhan tidak hanya dipandang sebagai tempat pemenuhan kebutuhan dasar anak, tetapi juga sebagai lingkungan pengasuhan yang ikut menentukan proses tumbuh kembang, pembentukan karakter dan kesiapan anak menghadapi masa depan.

Melalui kegiatan ini, DP3AP2KB Kota Padang berharap pengetahuan yang diperoleh para pengurus dapat diterapkan di masing-masing panti asuhan. Dengan penguatan kapasitas pengelola dan penerapan pola asuh positif, layanan panti asuhan di Kota Padang diharapkan semakin mampu memenuhi hak anak sekaligus memberikan lingkungan yang aman, nyaman dan mendukung kesejahteraan psikologis mereka.

Promo menara agung padang - honda padang

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news