Survei Kepuasan Masyarakat Makassar Atas Kerja Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham (Dok: Ist).KabarMakassar.com — Memasuki satu tahun kepemimpinan Wali Kota Makassar. Dukungan publik terhadap sejumlah kebijakan strategis Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, terbilang sangat kuat.
Direktur Eksekutif Parameter Publik Indonesia (PPI), Ras MD, memaparkan bahwa salah satu kebijakan dengan tingkat dukungan tertinggi adalah penertiban parkir liar.
Berdasarkan hasil survei, sebanyak 97,5 persen masyarakat yang mengetahui kebijakan tersebut menyatakan mendukung langkah penertiban yang dilakukan Wali Kota.
“Dari mereka yang tahu, 97,5 persen menyatakan mendukung. Ini angka yang sangat tinggi, hampir menyentuh 100 persen,” ungkap Ras dalam pemaparannya, jelang satu tahun kepemimpinan Munafri-Aliyah, di Hotel Mercure Makassar, Kamis (19/02).
“Angka tersebut menunjukkan legitimasi publik yang sangat kuat, sehingga pemerintah tidak perlu ragu dalam melanjutkan kebijakan penertiban parkir liar di berbagai titik kota,” sambung Ras MD.
Survei dilakukan dengan metode multi-stage random sampling terhadap 600 responden yang tersebar di Kota Makassar, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error 4,08 persen melalui wawancara tatap muka.
PPI menyebut capaian kepuasan di atas 80 persen menjadi modal legitimasi kuat bagi kepemimpinan MULIA untuk melanjutkan agenda pembangunan pada tahun-tahun berikutnya.
“Tingkat kepuasan yang tinggi menjadi dasar kepercayaan publik sekaligus pijakan untuk memperkuat program prioritas ke depan,” tutupnya.
Sebelumnya, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dengan tegas memerintahkan penindakan tegas terhadap praktik parkir liar yang diduga dibekingi oknum tertentu di sejumlah titik strategis kota.
Ia menegaskan tidak boleh ada pihak yang merasa kebal hukum dalam urusan parkir yang merugikan masyarakat dan mengganggu ketertiban lalu lintas.
Munafri yang akrab disapa Appi meminta Direktur Utama Perumda Parkir Makassar Raya, Adi Rasyid Ali, untuk mengungkap dan menertibkan praktik parkir liar hingga ke akar persoalan, termasuk pihak-pihak yang berada di belakangnya.
“Saya minta didata siapa-siapa yang ada backing-nya, siapa yang membekingi. Kalau memang melanggar, kita selesaikan. Tidak boleh ada yang kebal hukum,” tegas Appi.
Sejumlah titik yang selama ini menjadi sorotan di antaranya Jalan Pengayoman dan Boulevard, khususnya kawasan Mal Panakkukang. Di lokasi tersebut, parkir liar dinilai kerap menimbulkan kemacetan dan mengganggu keselamatan pengguna jalan.
Appi menegaskan penertiban tidak akan berhenti pada teguran semata. Pemerintah Kota Makassar akan membentuk tim gabungan yang melibatkan Perumda Parkir, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta unsur TNI dan Polri untuk melakukan penindakan terpadu dan berkelanjutan.
Selain kawasan pusat perbelanjaan, Appi juga menyoroti parkir liar di Jalan Nusantara, terutama di jalur keluar Tol menuju Pelabuhan Makassar, serta di Jalan Teuku Umar yang sering dipenuhi truk-truk besar parkir sembarangan.
“Ekspedisi dan truk besar parkir seenaknya, ini merusak wajah kota dan memperparah kemacetan. Tidak bisa dibiarkan,” ujarnya.

















































