Masjid Al-Markaz Makassar (Dok : Int).KabarMakassar.com – Menyambut bulan suci Ramadan, Masjid Al-Markaz Al-Islami memastikan seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan secara matang.
Tidak hanya fokus pada penyediaan buka puasa, pihak masjid juga merampungkan agenda ibadah, dakwah, hingga pelaksanaan Bazar Ramadan yang menjadi daya tarik masyarakat setiap tahunnya.
Salah satu fokus utama adalah penyediaan hidangan berbuka puasa. Pihak masjid menyiapkan dapur khusus yang dikelola langsung oleh tim internal yang telah dibentuk.
Setiap harinya, tim dapur menyiapkan antara 1.000 hingga 1.200 porsi makanan untuk jamaah. Seluruh proses, mulai dari pengolahan hingga distribusi, dilakukan secara mandiri dengan pengawasan internal agar pelayanan berjalan optimal selama Ramadan.
Di bidang ibadah dan dakwah, jadwal penceramah untuk salat Tarawih, Subuh, dan Duhur telah disusun lengkap. Imam-imam yang akan memimpin salat Tarawih juga sudah ditetapkan.
Pelaksanaan Tarawih menerapkan sistem satu malam satu juz. Namun, jamaah tetap diberikan pilihan delapan rakaat maupun 20 rakaat, dengan target bacaan satu juz setiap malam.
Pada 10 malam terakhir Ramadan, masjid kembali menggelar iktikaf yang dimulai pukul 02.00 WITA hingga menjelang Subuh. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan muhasabah, ceramah, serta ibadah malam lainnya.
Selain kegiatan ibadah, Masjid Al-Markaz juga menghadirkan Bazar Ramadan yang tahun ini diikuti sekitar 400 tenan.
Jumlah tersebut dikurangi dibandingkan tahun lalu yang mencapai 500 tenan, guna memberikan ruang gerak yang lebih luas bagi pengunjung.
Pendaftaran tenan telah dibuka sejak tiga bulan sebelumnya. Penempatan diatur dalam blok-blok sesuai kategori agar lebih tertata, mulai dari kuliner, fesyen, hingga pernak-pernik seperti songkok dan sajadah.
Jam operasional bazar dimulai sekitar pukul 17.00 WITA hingga pukul 24.00 WITA. Memasuki 10 hari terakhir Ramadan, aktivitas bazar biasanya meningkat dan sejumlah pedagang membuka lapak hingga pukul 02.00–03.00 dini hari.
Menjelang Idulfitri, potongan harga dari pedagang turut menjadi daya tarik tambahan bagi pengunjung.
Untuk menunjang kenyamanan pengunjung, panitia juga menyiapkan wahana permainan anak di area bazar. Fasilitas ini menjadi alternatif hiburan bagi keluarga setelah salat Tarawih atau berbelanja.
Tahun ini, kawasan masjid juga dilengkapi jogging track yang mengelilingi area bazar. Fasilitas tersebut diharapkan membantu sirkulasi pengunjung sehingga tidak terjadi penumpukan seperti tahun sebelumnya.
“Tahun ini jumlah tenan dikurangi menjadi 400 agar sirkulasi pengunjung lebih luas dan nyaman. Kami juga menyiapkan jogging track agar tidak terjadi streaming seperti tahun lalu,” ungkap Muannas, Sekretaris Panitia Amaliah Ramadan dikutip dari keterangan yang diterima, Rabu (18/2)
Selain itu, tersedia layanan donor darah selama Ramadan bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia.
Di bidang pembinaan umat, Masjid Al-Markaz menghadirkan sejumlah program khusus, di antaranya Karantina Quran yang diperuntukkan bagi generasi milenial selama dua pekan untuk memperdalam bacaan dan hafalan Al-Qur’an.
Masjid juga meluncurkan program baru, Klinik Keluarga Sakinah (KLS), bekerja sama dengan Kementerian Agama Kota Makassar.
Program ini digelar setiap Sabtu dan Minggu selepas Salat Duhur dalam bentuk halaqah yang membahas fikih, thaharah, dan dasar-dasar keislaman, khususnya bagi majelis taklim.
Pengajian rutin ba’da Duhur juga tetap berlangsung sepanjang Ramadan.
Dengan pengurangan jumlah tenan, penataan blok yang lebih sistematis, serta penambahan fasilitas pendukung, Ramadan tahun ini di Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar diharapkan berlangsung lebih tertib, nyaman, dan khusyuk.
Pihak masjid mengajak masyarakat untuk memanfaatkan seluruh fasilitas dan program yang telah disiapkan sebagai sarana memperkuat ibadah dan kebersamaan selama bulan suci Ramadan.


















































