Harianjogja.com, KUPANG—Polisi mulai melakukan penyidikan atas kecelakaan laut yang menimpa kapal wisata KM Putri Sakinah di Perairan Selat Padar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra mengatakan penyidikan resmi dimulai setelah Polres Manggarai Barat menyerahkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada Kejaksaan Negeri Manggarai Barat pada Rabu (31/12/2025).
“Penyerahan SPDP ini menandai dimulainya tahapan penyidikan secara resmi,” ujar Henry di Kupang, Kamis.
Henry menjelaskan penyidik akan memeriksa saksi-saksi, awak kapal, pihak operator, serta mendalami aspek kelayakan kapal dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan pelayaran.
Menurut dia, penegakan hukum terhadap dugaan kelalaian dalam pelayanan kapal wisata akan dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
“Kejadian seperti ini diharapkan tidak terulang lagi dan seharusnya dapat dicegah dengan memperhatikan kondisi alam dan keselamatan pelayaran,” katanya.
Langkah penyidikan ini, lanjut Henry, merupakan bentuk keseriusan Polri dalam memberikan kepastian hukum serta menjamin penanganan kasus dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel.
“Penyidikan dilakukan untuk mengungkap fakta secara objektif serta menentukan ada tidaknya unsur kelalaian atau tindak pidana,” ujarnya.
Peristiwa tenggelamnya KM Putri Sakinah menambah daftar kecelakaan kapal wisata di perairan Labuan Bajo dan kawasan Taman Nasional Komodo.
Sepanjang 2024 hingga akhir 2025, tercatat sedikitnya 15 insiden kecelakaan kapal wisata, sebagian besar terjadi di sekitar perairan Pulau Padar, Komodo, dan Rinca akibat cuaca buruk maupun gangguan teknis.
Beberapa insiden sebelumnya antara lain tenggelamnya kapal wisata Raja Bintang 02 pada Maret 2025, Phinisi Budi Utama pada Juni 2024, kecelakaan rute Labuan Bajo–Pulau Padar pada Agustus 2024, serta kapal pinisi Dewi Anjani pada Desember 2025.
Berdasarkan pemeriksaan awal, kapal wisata semi pinisi KM Putri Sakinah mengalami mati mesin saat berlayar dari Pulau Kalong menuju Pulau Padar.
Dalam kondisi tidak dapat bermanuver, kapal dihantam gelombang tinggi hingga terbalik dan tenggelam di Perairan Selat Padar. Kondisi cuaca dan gelombang laut diduga memperparah situasi.
Dalam insiden tersebut, tujuh penumpang berhasil dievakuasi selamat. Satu orang korban perempuan ditemukan meninggal dunia dan telah teridentifikasi, sementara tiga korban lainnya masih dalam pencarian intensif oleh Tim SAR Gabungan.

9 hours ago
4
















































