Prime Video Pakai AI untuk Sinkronkan Gerak Bibir dengan Dubbing, Debut di Maxton Hall

22 hours ago 13

Jumali

Jumali Kamis, 17 September 2026 08:37 WIB

Prime Video Pakai AI untuk Sinkronkan Gerak Bibir dengan Dubbing, Debut di Maxton Hall

Artificial Intelligence alias kecerdasan buatan - Ilustrasi/Freepik

Harianjogja.com, JOGJA— Menonton film atau serial dengan dubbing terkadang menghadirkan gangguan kecil tetapi cukup terasa. Suara dialog sudah berhenti, tetapi gerakan bibir aktor masih berlanjut. Prime Video kini mencoba mengatasi persoalan tersebut dengan teknologi baru yang memadukan kecerdasan buatan (AI) dan efek visual (VFX).

Teknologi lip-sync Prime Video dirancang untuk menyesuaikan gerakan mulut aktor dengan audio dubbing yang direkam oleh pengisi suara manusia. Dengan demikian, penonton tidak lagi terlalu terganggu oleh perbedaan antara dialog yang didengar dan gerakan bibir di layar.

Teknologi tersebut mulai diterapkan pada serial Maxton Hall dan diperkenalkan Prime Video pada 9 September 2026.

Debut di Maxton Hall

Prime Video memilih Maxton Hall sebagai judul pertama yang menggunakan teknologi lip-sync tersebut. Amazon menyebut serial itu sebagai International Original yang paling banyak ditonton di Prime Video.

Lip-sync untuk Maxton Hall musim pertama dan kedua sudah tersedia secara global dalam bahasa Inggris. Teknologi serupa juga akan digunakan ketika musim ketiga sekaligus musim terakhir serial tersebut dirilis pada 9 Desember 2026.

Musim ketiga Maxton Hall terdiri atas enam episode dan akan tayang di Prime Video pada 9 Desember 2026. Menurut Amazon, musim terakhir tersebut diadaptasi dari buku ketiga karya Mona Kasten, Save Us.

AI Dipakai untuk Menyesuaikan Gerakan Mulut

Berbeda dari dubbing konvensional yang hanya mengganti bahasa dialog, teknologi baru Prime Video juga menyesuaikan tampilan visual aktor.

Audio dubbing tetap diisi oleh manusia. AI dan VFX kemudian digunakan untuk menyelaraskan gerakan bibir dengan dialog yang terdengar sehingga percakapan terasa lebih alami saat ditonton dalam bahasa lain.

Prime Video menyebut teknologi tersebut sebagai bagian dari upaya mengembangkan visual dubbing untuk konten global. Perusahaan juga berencana memperluas penerapannya ke judul-judul lain.

Raf Soltanovich, Vice President of Technology Prime Video dan Amazon MGM Studios, mengatakan teknologi lip-sync dikembangkan untuk membuat pengalaman menikmati konten global menjadi lebih mulus, sementara proses kreatif tetap berada di bawah pengawasan pembuat film.

Bukan untuk Menggantikan Pengisi Suara

Penggunaan AI dalam teknologi ini tidak berarti seluruh proses dubbing dialihkan kepada mesin. Audio yang digunakan tetap berasal dari dubbing yang dilakukan manusia.

Peran pengisi suara, penerjemah, sutradara dubbing, serta tim kreatif tetap menjadi bagian dari proses lokalisasi. AI dan VFX digunakan pada tahap visual untuk membantu menyesuaikan gerakan mulut dengan dialog.

Bagi penonton, perubahan tersebut terutama terasa ketika menyaksikan film atau serial berbahasa asing dalam versi dubbing. Ketidaksesuaian antara suara dan gerakan bibir yang sebelumnya mudah terlihat diharapkan menjadi lebih minim.

Prime Video menyatakan akan terus mengeksplorasi penggunaan AI untuk kebutuhan praktis dalam pengalaman menonton, dengan tetap menempatkan pembuat konten sebagai pihak yang memegang kendali kreatif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news