Ramadan, Pemkot Jogja Intensifkan Pengawasan Pangan

9 hours ago 6

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja meningkatkan sidak pasar selama Ramadan untuk menjamin mutu dan keamanan bahan pangan warga.

Pemkot Jogja memastikan seluruh komoditas bahan pangan yang beredar di pasar tradisional maupun ritel modern dalam kondisi layak konsumsi, dengan pengawasan harian yang menyasar distribusi, perizinan, hingga uji laboratorium.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja, Sukidi, menegaskan pemantauan dilakukan secara masif dan terjadwal setiap hari.

"Untuk memastikan bahwa bahan pangan atau pangan yang beredar di Kota Jogja ini aman, kami melakukan pengawasan terhadap mutu dan keamanan pangan setiap hari," ujar Sukidi dikutip dari laman resmi Pemkot Jogja, Senin (23/2/2026).

Sidak Pasar Sasar Pangan Segar

Tim pengawas di lapangan menyasar Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT), Pangan Segar Asal Hewan (PSAH), hingga Pangan Segar Asal Ikan (PSAI) guna meminimalkan risiko kontaminasi kimia, biologis, maupun fisik.

"Misalnya daging sapi, kami awasi terkait lalu lintas peredarannya, perizinan, kualitas, serta mutu. Di samping itu pemeriksaan administrasi, seperti kelengkapan surat perizinan pedagang terkait lalu lintas daging dan surat keterangan sehat," jelas Sukidi.

Sejauh ini, hasil pemantauan di pasar swalayan dan pasar rakyat menunjukkan kondisi yang kondusif tanpa temuan zat berbahaya.

"Secara umum hasil pengawasan mutu dan keamanan pangan selama Ramadan ini di pasar tradisional, supermarket, dan ritel modern, tidak ditemukan zat berbahaya. Baik zat kimia maupun biologis dan fisik," ungkapnya.

Pengawasan bahkan ditingkatkan mulai dini hari hingga subuh, saat arus distribusi bahan pangan di pasar tradisional mencapai puncaknya.

"Ini kami lakukan setiap hari, dalam rangka memberikan jaminan keamanan terhadap mutu pangan yang berada di Kota Jogja," papar Sukidi.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja, Ashardini Eka Setianingsih, menyebut hasil uji laboratorium terhadap sampel acak menunjukkan hasil aman.

"Hasil pemantauan dan pengujian pangan, negatif dari bahan berbahaya," tegas Dini, sapaan akrabnya.

Kolaborasi Lintas Instansi

Untuk makanan olahan, pengawasan dilakukan bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan serta Dinas Kesehatan Kota Jogja, termasuk melibatkan TPID dan Satgas Saber dalam pemantauan izin edar, masa kedaluwarsa, dan kondisi kemasan.

Seusai koordinasi terpadu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Jogja, Veronica Ambar Ismuwardani, memastikan sidak juga menyasar pasar-pasar Ramadan.

"Ini untuk memastikan masa kedaluwarsa produk, kondisi kemasan, izin edar, keamanan bahan makanan di pasar-pasar Ramadan," ucap Vero.

Melalui sidak pasar yang diperketat selama Ramadan ini, keamanan konsumsi warga Jogja diharapkan tetap terjaga sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dan menyambut Lebaran dengan tenang tanpa khawatir terhadap mutu pangan yang dikonsumsi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news