Regol Ayom Malioboro Akan Didesain Ulang, Ini Pertimbangannya

4 hours ago 2

Regol Ayom Malioboro Akan Didesain Ulang, Ini Pertimbangannya

Pemerintah Kota Yogyakarta bersama Pemda DIY menggelar rapat koordinasi (rakor) untuk mengevaluasi penerapan Regol Ayom yang terpasang di kawasan sirip-sirip Jalan Malioboro, Rabu (9/9/2026).

Harianjogja.com, JOGJA— Pemerintah Daerah (Pemda) DIY mengevaluasi uji coba Regol Ayom di kawasan Malioboro dan menyiapkan desain ulang pada bagian tertentu. Evaluasi terutama diarahkan untuk memastikan akses pejalan kaki lebih nyaman, termasuk dengan mempertimbangkan kebutuhan pengguna alat bantu serta kondisi lalu lintas dan aktivitas di sekitar sirip-sirip Malioboro.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwi Panti Indrayanti mengatakan kondisi Regol Ayom secara umum sudah baik. Namun, masih terdapat sejumlah bagian yang membutuhkan penyesuaian.

"Redesign. Kita sesuaikan," kata Ni Made.

Menurutnya, penataan pedestrian tidak bisa dilepaskan dari kondisi kendaraan bermotor serta aktivitas pedagang di sekitar sirip Malioboro. Pemerintah akan mengidentifikasi kondisi setiap sirip sebelum menentukan pola penataan yang paling sesuai.

"Kalau untuk pedestrian, kita utamakan untuk pejalan kaki, nyaman. Kita bicaranya dari bagaimana semuanya bisa menikmati kawasan itu dengan nyaman," paparnya.

Konsep Full Pedestrian Perlu Disesuaikan

Ni Made mengatakan penerapan konsep full pedestrian tidak hanya berkaitan dengan penutupan akses kendaraan. Pengaturan kendaraan yang masih diperbolehkan melintas, waktu penerapan, aktivitas ekonomi, hingga kondisi lingkungan juga menjadi pertimbangan.

"Full pedestrian itu, misalnya jalan itu diatur kendaraan karena tidak boleh lewat, kecuali kendaraan tertentu yang diperbolehkan, waktunya, kan begitu," ungkapnya.

Penerapan full pedestrian di Malioboro juga memiliki karakter tersendiri karena kawasan tersebut berada di kawasan budaya dan Sumbu Filosofi Yogyakarta yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO. Karena itu, penerapannya perlu mengacu pada manajemen kawasan sekaligus menyesuaikan kompleksitas kondisi di lapangan.

"Sudah diputuskan, tetapi secara kompleksitasnya yang belum," lanjutnya.

Pemkot Jogja Uji Coba Penutupan Sirip Malioboro

Sementara itu, Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja telah melakukan uji coba penutupan sirip-sirip Malioboro secara berkala. Uji coba berlangsung setiap Rabu dan Kamis pukul 21.00 hingga 22.00 WIB di kawasan Ketandan dan Beskalan.

Uji coba tersebut telah dilakukan sebanyak empat kali sejak Agustus. Selain melihat dampak penutupan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari evaluasi sekaligus sarana untuk menampung aspirasi masyarakat.

Evaluasi juga dilakukan terhadap bentuk Regol Ayom yang saat ini digunakan. Pemerintah belum memastikan bentuk akhir karena masih melihat hasil uji coba dan kondisi di lapangan.

"Bukan diubah, tapi kita evaluasi nanti bagaimana bentuknya yang terbaik," jelasnya.

Wawan menegaskan pemerintah tidak ingin terburu-buru menentukan bentuk maupun pola penerapan yang paling sesuai. Evaluasi akan terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan masukan masyarakat.

"Jadi kita tidak buru-buru, supaya semuanya kondusif."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news