
Foto bersama para juara MLSC Jogja Seri 1 2026–2027 di Stadion Tridadi, Sleman, Minggu (20/9/2026).
Harianjogja.com, SLEMAN— SD Muhammadiyah Sapen kembali menunjukkan dominasinya di MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Yogyakarta Seri 1 2026–2027. Mereka mempertahankan gelar juara Kelompok Umur (KU) 12 setelah menundukkan SDN Kalasan 1 dengan skor 1-0 di Stadion Tridadi, Sleman, Minggu (20/9/2026).
Gelar tersebut sekaligus mengulang kesuksesan SD Muhammadiyah Sapen pada MLSC Yogyakarta Seri 2 2025/2026. Sementara itu, kategori KU 10 menghadirkan juara baru. SD Tarakanita Bumijo I berhasil merebut trofi setelah mengalahkan SD Muhammadiyah Sapen 3-1.
Final KU 12 berlangsung ketat. Kedua tim saling menciptakan peluang, tetapi hingga babak pertama berakhir belum ada gol yang tercipta.
Memasuki babak kedua, SD Muhammadiyah Sapen tampil lebih terukur melalui permainan umpan pendek. Ralin Adiba Fitria Sanjaya kemudian memecah kebuntuan pada menit ke-17.
SDN Kalasan 1 mencoba meningkatkan tekanan untuk menyamakan kedudukan. Namun, pertahanan SD Muhammadiyah Sapen mampu menjaga keunggulan hingga pertandingan berakhir.
Meski gagal membawa pulang trofi utama, SDN Kalasan 1 tetap mendapat penghargaan individu. Afita Nur Inderasari dinobatkan sebagai Best Player KU 12.
“Sejujurnya saya tidak menyangka bisa mendapatkan penghargaan Best Player. Makanya ketika tahu saya dapat ini, senang banget karena ini hasil dari perjuangan keras saya latihan tiga kali seminggu,” kata Afita.
Ia bertekad melanjutkan proses latihan dan berharap mendapat kesempatan mengikuti MLSC All-Stars hingga Hydroplus Soccer League.
Tarakanita Bumijo Cetak Sejarah
Final KU 10 menjadi panggung SD Tarakanita Bumijo I. Sejak awal laga, mereka tampil agresif dan membuka keunggulan melalui Alisya Natalia Bandari pada menit kelima.
SD Muhammadiyah Sapen sempat menyamakan kedudukan lewat Gendhis Annara Putri Bazuni pada menit ke-13. Namun, Tarakanita Bumijo I kembali menguasai permainan setelah jeda.
Alisya mencetak dua gol tambahan pada menit ke-24 dan 29 sekaligus mengunci kemenangan 3-1. Trofi tersebut menjadi gelar pertama SD Tarakanita Bumijo I di MLSC Yogyakarta.
Pencapaian Alisya semakin lengkap setelah ia menjadi Top Skor KU 10 dengan koleksi 36 gol.
“Saya bangga karena hari ini bisa bantu tim menjadi juara untuk pertama kalinya. Terus juga senang bisa mencetak banyak gol,” ujar Alisya.
Pemain berusia 10 tahun itu mengaku ingin terus berlatih demi mengejar cita-cita menjadi pemain tim nasional.
Kompetisi Makin Kompetitif
Program Manager MilkLife Soccer Challenge, Welly Arisanto, melihat munculnya juara baru sebagai salah satu tanda berkembangnya kualitas kompetisi.
“Dari sisi kualitas kompetisi sudah bisa terlihat bahwa memang ada perkembangan di setiap serinya. Ini menunjukkan bahwa ekosistem kompetisi semakin terbentuk dan semakin bagus dengan munculnya sekolah-sekolah baru sebagai pemenang di tiap kota,” kata Welly.
MLSC Yogyakarta Seri 1 2026–2027 diikuti 1.292 atlet dari 76 SD dan MI, terdiri atas 40 tim KU 10 dan 83 tim KU 12. Festival SenengSoccer KU 8 juga diikuti 65 atlet dari 19 sekolah.
Rangkaian MLSC Seri 1 2026–2027 selanjutnya bergulir ke berbagai kota hingga Jayapura pada 1–6 Desember 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

3 hours ago
1

















































