Simulasi Bencana, Appi Minta Warga Lebih Siaga Cuaca Ekstrem

4 hours ago 1
Simulasi Bencana, Appi Minta Warga Lebih Siaga Cuaca EkstremWali Kota Makassar, Munafri Arifuddin saat Menghadiri Simulasi Bencana yang di Gelar Oleh BPBD Kota Makassar (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di Kota Makassar.

Hal itu disampaikan Appi saat menghadiri Simulasi Bencana Dasar yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar bersama Komunitas Kemakmuran Utara Makassar di Jalan Teuku Umar, Sabtu (07/03).

Appi menegaskan bahwa upaya mitigasi bencana tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata. Menurutnya, kesiapsiagaan harus dibangun melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, komunitas, hingga sektor swasta.

“Kolaborasi seluruh elemen sangat dibutuhkan. Pemerintah, swasta, masyarakat, dan komunitas harus bersinergi, terutama saat menghadapi cuaca ekstrem agar dampaknya bisa diminimalkan,” ujar Appi.

Ia menjelaskan pemerintah kota terus memperkuat langkah antisipasi melalui berbagai upaya, mulai dari penguatan sistem peringatan dini, pemeliharaan peralatan evakuasi, hingga pelaksanaan simulasi tanggap darurat secara rutin.

Selain itu, koordinasi lintas sektor juga dinilai menjadi faktor penting agar penanganan bencana dapat berjalan lebih cepat dan efektif.

Appi mengingatkan bahwa bencana dapat terjadi kapan saja tanpa mengenal waktu. Karena itu, masyarakat diminta memahami prosedur keselamatan serta langkah-langkah yang harus dilakukan ketika terjadi kondisi darurat.

“Bencana tidak pernah memilih waktu. Bisa saja terjadi saat kita berpuasa, malam hari, atau ketika masyarakat sedang beraktivitas. Karena itu diperlukan antisipasi yang baik,” katanya.

Menurutnya, kegiatan simulasi seperti yang digelar BPBD Makassar menjadi sarana penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang potensi bencana di lingkungan sekitar.
Ia menambahkan bahwa bencana tidak selalu berupa gempa bumi atau angin kencang. Banyak kejadian yang sebenarnya dapat dicegah melalui langkah mitigasi sederhana di lingkungan masyarakat.

“Banjir misalnya bisa dipicu saluran air yang tersumbat. Atau rumah yang berada di jalur evakuasi tetapi tidak memenuhi standar keselamatan. Hal-hal kecil seperti ini harus menjadi perhatian kita bersama,” jelasnya.

Appi juga mencontohkan sejumlah kejadian yang kerap terjadi di Makassar seperti banjir, genangan air, hingga pohon tumbang, terutama di beberapa wilayah seperti Paccerakkang di Kecamatan Biringkanaya serta beberapa kawasan di Kecamatan Manggala.

Dalam kondisi darurat seperti banjir, ia mengingatkan masyarakat untuk memahami kapan harus melakukan evakuasi demi keselamatan.

“Kalau air sudah mencapai ketinggian tertentu atau kondisi sudah berbahaya, masyarakat harus tahu kapan harus meninggalkan rumah dan mengungsi demi keselamatan,” pesannya.

Appi menilai kegiatan simulasi tersebut tidak hanya memberikan edukasi kebencanaan, tetapi juga memperkuat kebersamaan masyarakat, terlebih karena dilaksanakan dalam suasana Ramadan.

Kegiatan itu juga dirangkaikan dengan sejumlah aktivitas sosial seperti pasar murah bagi masyarakat serta buka puasa bersama.

Appi menegaskan bahwa keselamatan diri dan keluarga harus menjadi prioritas utama dalam menghadapi potensi bencana.

“Ini adalah contoh sinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk mendukung program-program yang tujuannya tidak lain adalah untuk kepentingan masyarakat itu sendiri,” tukasnya.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news