Siswa MAN 3 Padang Diduga Belajar Merakit Bom dari YouTube dan Internet, Ini Penjelasannya

8 hours ago 3

KLIKPOSITIF- Kepolisian mengungkap perkembangan penyelidikan kasus ledakan bom rakitan yang melibatkan seorang siswa MAN 3 Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa (14/7/2026). Polisi memastikan lokasi kejadian telah diamankan.

Kapolresta Padang, Kombes Pol Apri Wibowo, mengatakan siswa kelas XII berinisial L diduga mempelajari cara merakit bom rakitan melalui internet dan YouTube, kemudian mempraktikkannya hingga menjadi bahan peledak.

“Dia belajar dari internet, dari YouTube,” ungkapnya.

Selain bom rakitan yang sempat meledak, polisi juga mengamankan sejumlah barang dari dalam tas siswa tersebut yang diduga akan digunakan untuk melancarkan aksi balas dendam terhadap teman-temannya yang diduga kerap melakukan perundungan (bullying).

Barang bukti yang diamankan antara lain ketapel, kelereng, serta tiga bom rakitan yang belum sempat diledakkan. “Yang sempat dicoba diledakkan ada satu. Kemudian ada tiga lagi yang masih utuh dan belum diledakkan. Untuk sementara ini kami identifikasi sebagai bom rakitan, namun masih akan kami dalami lebih lanjut,” jelasnya.

Ia menegaskan, siswa berinisial L telah diamankan. Namun, penanganan kasus dilakukan dengan mengedepankan pendekatan persuasif dan pemulihan psikologis karena yang bersangkutan diduga merupakan korban perundungan.

“Kami akan melakukan langkah-langkah pemulihan. Anak ini sebenarnya korban, sehingga perlu dipulihkan semangatnya agar tidak lagi terbawa emosi dan tidak mengulangi perbuatannya. Pendekatan yang kami lakukan lebih bersifat persuasif,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, mengatakan kasus ini menjadi perhatian bersama. Menurutnya, pemulihan kondisi psikologis siswa harus menjadi prioritas agar tidak semakin terpapar perilaku berisiko.

Baca Juga

Pakar Pendidikan Universitas Negeri Padang (UNP), Dr. Fitri Arsih,

Kapolresta Padang, Kombes Pol Apri Wibowo

“Anak ini perlu dipulihkan sehingga tidak semakin jauh terpapar. Selain itu, Polri melalui Kapolresta dan Kapolsek akan lebih intensif mendatangi sekolah untuk memberikan edukasi kepada para siswa agar tidak ada lagi korban bullying,” katanya.

Berdasarkan pengakuan siswa menurut Kabid Humas, siswa tersebut telah mengalami perundungan sejak kelas II. Bahkan, menurut pengakuannya, tindakan bullying juga pernah dialaminya sejak masih kecil.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news