
Guru menunggu di luar saat teror bom SDN Srengseng Sawah 15 Pagi. /Antara.
Harianjogja.com, JAKARTA—Fakta baru terungkap dalam kasus teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Pria berinisial MY (34), yang telah ditetapkan sebagai tersangka, disebut pernah beberapa kali menyebarkan ancaman serupa kepada warga di lingkungan tempat tinggalnya sebelum meneror sekolah pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Keterangan tersebut disampaikan Ketua RT 03/RW 04, Gang Kidan, Srengseng Sawah, Anton Sianipar. Menurut dia, aksi teror yang dilakukan MY bukan kali pertama terjadi dan sebelumnya pernah membuat aparat kepolisian turun ke lokasi.
Ketua RT Sebut Teror Pernah Menyasar Warga
Anton mengatakan beberapa tahun lalu salah seorang warga di lingkungannya juga pernah menerima teror bom yang diduga dilakukan oleh MY.
"Kalau teror bom itu berapa tahun yang lalu di salah satu rumah warga saya sempat ada teror bom juga, sih," kata Anton Sianipar saat ditemui di kediamannya di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu.
Ia mengungkapkan MY memang beberapa kali diketahui mengirimkan pesan ancaman kepada warga.
Menurut Anton, saat itu aparat dari Polda dan Polres sempat diterjunkan untuk melakukan penyisiran terkait ancaman tersebut. Namun, perkara itu tidak sampai berlanjut ke tahap pembuatan berita acara pemeriksaan (BAP).
Ketua RT Mengaku Pernah Difitnah
Anton juga mengaku pernah menjadi korban fitnah melalui pesan teror yang diduga disebarkan oleh pelaku.
Ia mengatakan namanya sempat tercoreng di lingkungan tempat tinggal karena isi teror yang menyebut dirinya melakukan perbuatan yang tidak pernah dilakukan.
"Nama saya sempat jelek di lingkungan karena diteror yang aneh-anehlah, kesannya saya melecehkan wanita, ibu-ibu gitu, padahal saya enggak," ujar Anton.
Setelah dilakukan penelusuran oleh pihak terkait, kata Anton, nomor yang digunakan dalam penyebaran teror memiliki kesamaan dengan nomor yang pernah dipakai untuk aksi ancaman sebelumnya.
Pelaku Dinilai Mudah Bergaul
Meski demikian, Anton mengaku menyayangkan tindakan MY karena selama ini pelaku dikenal sebagai sosok yang mampu berbaur dengan warga.
Menurut dia, MY juga tengah menghadapi persoalan keluarga. Pelaku diketahui merawat istrinya yang mengalami sakit pada bagian kepala dan mata. Selain itu, MY juga telah kehilangan ibunya.
Anton menambahkan, dirinya bahkan masih sempat berbincang dengan MY di pos ronda pada malam sebelum aksi teror bom terhadap sekolah terjadi.
"Malam itu, malam sebelum dia melakukan teror itu, masih ngobrol bareng sama saya di pos ronda," tutur Anton.
Polisi Tetapkan MY sebagai Tersangka
Sebelumnya, kepolisian menetapkan MY (34) sebagai tersangka kasus teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi yang terjadi pada Senin (13/7), bertepatan dengan hari pertama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Dalam perkara tersebut, MY dijerat dengan Pasal 601 KUHP terkait ancaman teror.
Berdasarkan hasil penyidikan sementara, polisi menduga pelaku melakukan perbuatannya karena iseng. Meski demikian, motif tersebut masih terus didalami oleh penyidik.
Polisi juga mengungkap MY sebelumnya pernah mengirimkan pesan ancaman serupa kepada ketua RT di lingkungan tempat tinggalnya. Saat itu, ketua RT memilih mengajak MY berkomunikasi.
Ancaman Dikirim Lewat WhatsApp
Kasus ini terungkap setelah pihak kepolisian menerima laporan mengenai pesan ancaman yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp kepada guru saat upacara hari pertama MPLS.
Pesan tersebut diterima oleh guru kelas 1 dan staf Tata Usaha (TU) SDN Srengseng Sawah 15 Pagi. Setelah menerima ancaman, pihak sekolah segera melaporkannya kepada kepolisian yang kemudian langsung melakukan pengecekan ke tempat kejadian perkara (TKP).
Dalam isi pesan WhatsApp itu, peneror mengancam akan meledakkan bom di 11 titik sekolah serta meminta pihak sekolah agar tidak melaporkan ancaman tersebut kepada polisi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

9 hours ago
8

















































