TPT Sulsel November 2025 Naik Jadi 4,45 Persen, Pengangguran Bertambah 9.840 Orang

1 week ago 14
TPT Sulsel November 2025 Naik Jadi 4,45 Persen, Pengangguran Bertambah 9.840 OrangIlustrasi pengangguran (dok. Ist)

KabarMakassar.com — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada November 2025 sebesar 4,45 persen. Angka ini mengalami kenaikan 0,24 persen poin dibandingkan Agustus 2025 yang berada di level 4,21 persen.

Dalam laporan BPS Sulsel yang dirilis pada awal Februari 2026, disebutkan bahwa TPT 4,45 persen berarti dari setiap 100 orang angkatan kerja terdapat sekitar empat orang yang menganggur. Kondisi ini menunjukkan masih adanya tenaga kerja yang belum terserap sepenuhnya oleh pasar kerja di Sulawesi Selatan.

“Jumlah angkatan kerja Sulsel pada November 2025 mencapai 4,92 juta orang. Dari jumlah itu, sebanyak 4,70 juta orang tercatat bekerja, sementara 218,79 ribu orang masih menganggur,” ungkap Kepala BPS Sulsel, Aryanto, dalam laporan tersebut.

BPS juga mencatat jumlah pengangguran meningkat dibandingkan Agustus 2025. Pengangguran bertambah sekitar 9,84 ribu orang meski jumlah penduduk bekerja justru turun sebesar 56,73 ribu orang.

Berdasarkan jenis kelamin, TPT perempuan tercatat lebih tinggi dibanding laki-laki. Pada November 2025, TPT laki-laki sebesar 4,03 persen, sedangkan perempuan mencapai 5,10 persen.

“Jika dibandingkan periode Agustus 2025, TPT laki-laki mengalami penurunan 0,36 persen poin. Sebaliknya, TPT perempuan meningkat tajam sebesar 1,17 persen poin dalam periode yang sama,” lanjutnya.

Menurut wilayah tempat tinggal, pengangguran di perkotaan masih lebih tinggi dibanding perdesaan. TPT perkotaan tercatat sebesar 6,08 persen, sedangkan perdesaan berada di angka 2,84 persen pada November 2025.

Dilihat dari tingkat pendidikan, TPT tertinggi berasal dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang mencapai 9,74 persen. Sementara TPT terendah berasal dari kelompok pendidikan SD ke bawah sebesar 1,88 persen.

“Distribusi pengangguran juga didominasi lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA). Pada November 2025, lulusan SMA menyumbang 33,26 persen dari total pengangguran di Sulawesi Selatan,” jelas Aryanto.

BPS mencatat sebagian besar penduduk Sulsel bekerja di sektor informal. Pada November 2025, sebanyak 2,77 juta orang atau 58,82 persen bekerja di sektor informal, sedangkan sektor formal hanya menyerap 1,94 juta orang atau 41,18 persen.

Berdasarkan jam kerja, penduduk bekerja penuh (minimal 35 jam per minggu) mencapai 63,60 persen. Sementara itu, 36,40 persen lainnya termasuk pekerja tidak penuh seperti setengah pengangguran dan pekerja paruh waktu.

Tingkat setengah pengangguran pada November 2025 tercatat sebesar 6,92 persen, turun 1,01 persen poin dibanding Agustus 2025. Sedangkan pekerja paruh waktu mencapai 29,48 persen, dengan proporsi perempuan lebih tinggi yaitu 38,44 persen dibanding laki-laki 23,80 persen.

BPS juga melaporkan lapangan usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja di Sulsel masih didominasi sektor pertanian.

“Pertanian, kehutanan, dan perikanan menyerap 33,15 persen tenaga kerja, disusul perdagangan sebesar 18,48 persen, serta konstruksi sebesar 7,63 persen,” pungkasnya.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news