
UAD mendorong unit bisnis berbasis pengetahuan untuk memperkuat kemandirian finansial dan membangun endowment fund atau dana abadi. /Istimewa.
Harianjogja.com, BANTUL—Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mendorong pengembangan unit bisnis berbasis pengetahuan dan kompetensi sebagai salah satu strategi menuju kemandirian finansial perguruan tinggi. Rektor UAD Prof. Muchlas menilai penguatan bisnis dari kepakaran akademik dapat menjadi pijakan penting bagi kampus untuk membangun endowment fund atau dana abadi seperti yang telah dilakukan universitas-universitas besar di dunia.
Pandangan tersebut disampaikan Prof. Muchlas saat mengapresiasi peluncuran sekaligus reorganisasi sejumlah unit bisnis UAD di bawah naungan PT AD Multi Teknologi pada Jumat (12/9/2026). Menurut dia, pengembangan usaha kampus harus disertai tata kelola yang jelas dan orientasi terhadap hasil.
Setiap unit bisnis, lanjut Prof. Muchlas, harus dapat mempertanggungjawabkan kinerjanya berdasarkan hasil yang dicapai. Prinsip tersebut mencakup kondisi laba maupun rugi yang dihasilkan perusahaan.
"Pertanggungjawabannya jelas, laba atau rugi. Kalau laba diteruskan, kalau rugi dipertimbangkan untuk dibubarkan. Tentu kita berharap perusahaan ini menghasilkan financial profit dan menjadi perusahaan yang sehat," tegas Prof. Muchlas.
Kepakaran Akademik Jadi Basis Bisnis
Prof. Muchlas menilai bisnis yang dibangun dari kepakaran akademik internal kampus memiliki tingkat keberlanjutan (sustainability) yang sangat tinggi. Model tersebut memungkinkan kompetensi yang selama ini berkembang di lingkungan perguruan tinggi diterjemahkan menjadi aktivitas usaha yang menghasilkan nilai ekonomi.
Ia mencontohkan PT AD Multi Kalibrasi yang dikembangkan berdasarkan keahlian ilmu Fisika dan Instrumentasi. Unit usaha tersebut telah mampu menghasilkan keuntungan yang kemudian mendukung pengembangan program studi (prodi) terkait secara mandiri melalui pembagian dividen.
Menurut Prof. Muchlas, semakin banyak prodi yang mampu mengembangkan unit usaha dan menghasilkan keuntungan, semakin besar pula peluang efisiensi penggunaan dana operasional secara keseluruhan di UAD.
"Ke depan, jika semakin banyak prodi yang mampu mendirikan unit usaha yang menguntungkan, kita bisa mencapai efisiensi dana operasional secara keseluruhan. Sisa dana yang ada tentu dapat dialokasikan untuk meningkatkan kesejahteraan para pegawai UAD," pungkasnya.
Empat Unit Bisnis PT AD Multi Teknologi
Penguatan bisnis berbasis kepakaran tersebut sejalan dengan strategi PT AD Multi Teknologi dalam mengembangkan portofolio usahanya. Perusahaan yang berdiri sejak 2019 itu diarahkan untuk mengoptimalkan potensi akademis menjadi nilai ekonomi yang dapat memberikan dampak bagi masyarakat dan industri.
Direktur PT AD Multi Teknologi Muhammad Faishal mengatakan perusahaan membawa jargon "Transforming knowledge into value" sebagai respons terhadap kebutuhan pasar modern.
"Visi kami adalah menjadi perusahaan berbasis pengetahuan dan teknologi yang unggul, terpercaya, dan berkelanjutan dalam menciptakan nilai bagi industri, institusi, dan masyarakat," ujarnya.
Saat ini, PT AD Multi Teknologi mengelola empat unit bisnis utama. Keempatnya mencakup bidang pelatihan, teknologi digital, layanan laboratorium, serta komersialisasi hasil riset.
Ahmad Dahlan Training Center
Ahmad Dahlan Training Center bergerak dalam layanan pelatihan dan sertifikasi. Unit ini telah memfasilitasi puluhan pelatihan dan sertifikasi, termasuk pelatihan K3 Kemnaker.
AD Multi Digital
AD Multi Digital menyediakan layanan perangkat keras (hardware) melalui showroom resmi. Selain itu, unit ini mengembangkan perangkat lunak (software) yang telah digunakan oleh berbagai mitra instansi.
Ahmad Dahlan Laboratory Services
Ahmad Dahlan Laboratory Services menyediakan layanan laboratorium terintegrasi. Layanan tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan riset dan industri.
Ahmad Dahlan Innovation and Commercialization
Sementara itu, Ahmad Dahlan Innovation and Commercialization berfokus pada komersialisasi produk hasil riset dosen. Salah satu produk yang dikembangkan ialah Smart Solar Dryer (Smart Hygiene Dryer). Produk Smart Solar Dryer (Smart Hygiene Dryer) tersebut saat ini telah masuk tahap tender untuk area Indonesia Timur.
Pengembangan empat unit bisnis tersebut menjadi bagian dari langkah PT AD Multi Teknologi dalam mengubah potensi pengetahuan dan teknologi yang dimiliki lingkungan akademik UAD menjadi nilai ekonomi bagi industri, institusi, dan masyarakat.
Bagi UAD, penguatan unit bisnis juga diarahkan untuk mendukung kemandirian finansial perguruan tinggi. Dalam jangka lebih jauh, Prof. Muchlas menempatkan pengembangan bisnis berbasis pengetahuan dan kompetensi sebagai bagian penting dalam upaya membangun endowment fund atau dana abadi.
Penilaian editor: Sudut artikel sudah digeser dari sekadar peluncuran/reorganisasi unit bisnis menjadi strategi UAD membangun kemandirian finansial melalui monetisasi kepakaran akademik. Ini membuat nilai beritanya lebih jelas dan memberi konteks yang lebih kuat untuk pembaca.
Penilaian orisinalitas/AI: Struktur, urutan informasi, lead, angle, dan diksi telah dibangun ulang sehingga tidak mengikuti pola naskah sumber secara langsung. Penilaian ini bersifat indikatif, bukan jaminan atau hasil deteksi AI definitif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

1 hour ago
1

















































