Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel saat konferensi pers usai laga versus Bali United di SSA Bantul, Senin (23/2/2026) malam. - Harian Jogja - Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, BANTUL—Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul Van Gastel menyebut gol jarak jauh Savio Sheva menjadi momen kebangkitan saat timnya menahan Bali United 3-3 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Senin (23/2/2026) malam.
Gol tendangan jarak jauh Savio Sheva pada menit ke-65 disebut pelatih asal Belanda tersebut sebagai momentum yang menghidupkan kembali permainan Laskar Mataram.
PSIM sempat tertinggal 0-3 sebelum memperkecil kedudukan melalui sepakan keras Sheva dari luar kotak penalti. Tekanan berlanjut hingga tercipta gol bunuh diri Ricky Fajrin, lalu Franco Ramos mencetak gol penyeimbang pada masa injury time.
Van Gastel mengakui timnya tampil di luar ekspektasi pada babak pertama, terutama dalam aspek struktur permainan dan komunikasi antarpemain.
“Ini pertandingan yang aneh. Jujur saja, masalah kita kelihatan sekali di aspek struktur dan komunikasi. Waktu peluang Bali tercipta, itu sebenarnya karena komunikasi antar pemain di lapangan yang kurang jalan,” ujar Van Gastel dalam konferensi pers seusai laga.
Pelatih asal Belanda tersebut melakukan perubahan taktik pada babak kedua dengan memasukkan tiga pemain untuk meningkatkan daya serang. Namun PSIM sempat kembali berada dalam tekanan sebelum momentum berubah.
Situasi berbalik setelah Bali United harus bermain dengan 10 pemain akibat kartu merah yang diterima Joao Ferrari. Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan PSIM untuk terus menekan hingga akhirnya menyamakan skor.
“Tapi setelah ada kartu merah, momentumnya berubah dan kita berhasil membalikkan keadaan untuk menyamakan skor,” lanjutnya.
Donny Warmerdam Bermain Bagus
Van Gastel juga menyoroti debut Donny Warmerdam yang baru pulih dari cedera panjang. Gelandang tersebut dimainkan pada 15 menit terakhir pertandingan.
“Soal Donny, dia memang sudah tersedia tapi belum kembali sepenuhnya ke performa puncak. Tapi untuk ukuran debut di pertandingan yang intens ini, dia main bagus,” ucapnya.
Ia menilai kombinasi Donny Warmerdam, Savio Sheva, dan Ze Valente di lini tengah berpotensi menjadi kekuatan utama PSIM ke depan. Van Gastel turut mengapresiasi dukungan suporter yang tetap memberi semangat hingga peluit akhir.
Savio Sheva menyebut golnya menjadi titik balik kebangkitan tim setelah tertinggal cukup jauh.
“Pertama-tama, ini pertandingan yang cukup sulit karena kita tahu sendiri kita sempat tertinggal. Untungnya, kita bisa merespons lebih baik lagi sampai akhirnya bisa menyamakan kedudukan,” kata Sheva.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

5 hours ago
6

















































