Viral Kendaraan KDMP Tercebur ke Sawah di Klaten, Ini Kronologinya

5 hours ago 2

Viral Kendaraan KDMP Tercebur ke Sawah di Klaten, Ini Kronologinya

Tangkapan layar/Instagram


Harianjogja.com, KLATEN—Viralnya video kendaraan roda tiga bertuliskan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang tercebur ke sawah di Desa Jetis, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, memicu berbagai spekulasi di media sosial. Pemerintah Desa Jetis pun memberikan penjelasan terkait kronologi kejadian tersebut sekaligus meluruskan informasi yang beredar di masyarakat.

Dalam video yang beredar luas, terlihat sebuah kendaraan roda tiga berwarna putih melaju di jalan perkampungan dengan membawa sejumlah penumpang yang mengenakan seragam koki. Pada potongan video lainnya, kendaraan yang sama tampak berada di area persawahan dan sedang dievakuasi oleh perangkat desa bersama warga.

Video kendaraan roda tiga KDMP tercebur ke sawah di Desa Jetis, Klaten viral. Pemdes memastikan dua video yang beredar direkam pada waktu berbeda dan mengungkap kronologi lengkap kejadianKepala Dusun II Desa Jetis, Febry, menjelaskan bahwa kedua video tersebut tidak berasal dari satu rangkaian peristiwa yang sama. Menurutnya, rekaman pertama dan kedua diambil pada waktu berbeda dengan pengemudi yang berbeda meskipun menggunakan kendaraan operasional KDMP Desa Jetis.

“Video yang beredar itu seolah-olah satu kejadian yang sama. Padahal berbeda waktunya dan yang mengendarai juga berbeda,” ujar Febry saat ditemui di Kantor Desa Jetis, Rabu (5/8/2026).

Ia menjelaskan, video pertama direkam pada Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 10.30 WIB saat kendaraan roda tiga digunakan perangkat desa untuk mengambil konsumsi berupa gulai kambing di rumah warga. Makanan tersebut disiapkan untuk kebutuhan rapat koordinasi sekretaris desa se-Kecamatan Juwiring yang berlangsung di Balai Desa Jetis.

Dalam perjalanan menuju lokasi pengambilan konsumsi hingga kembali ke balai desa, kendaraan beroperasi normal tanpa kendala. Setelah tugas tersebut selesai, kendaraan kemudian diparkir di lingkungan balai desa.

Peristiwa yang menyebabkan kendaraan masuk ke sawah terjadi beberapa jam kemudian, sekitar pukul 13.00 WIB setelah kegiatan rapat berakhir.

Saat itu, Febry mendapat tugas memindahkan kendaraan dari balai desa menuju gedung KDMP yang lokasinya tidak jauh dari kantor desa. Ia mengendarai kendaraan seorang diri.

Namun, baru menempuh jarak sekitar 100 meter, kendaraan mengalami masalah teknis. Pedal gas disebut tersangkut sehingga kendaraan sulit dikendalikan.

“Baru jalan sekitar 100 meter ternyata ada gronjalan dan gasnya nyantol sehingga kendaraan tidak bisa dikendalikan dan akhirnya masuk ke sawah,” kata Febry.

Beruntung, insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Febry selamat tanpa mengalami cedera. Kerusakan kendaraan juga relatif ringan.

Menurut dia, hanya spion bagian kanan yang terlepas akibat kejadian tersebut. Kondisi mesin tetap normal dan kendaraan masih dapat dihidupkan setelah dievakuasi dari area persawahan.

Setelah proses evakuasi selesai dilakukan bersama perangkat desa dan warga sekitar, kendaraan langsung dibawa ke gedung KDMP.

Febry mengaku segera menemui pemilik lahan sawah yang terdampak untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung. Ia bersyukur pemilik sawah tidak mempermasalahkan insiden tersebut.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Desa Jetis baru menerima dua unit kendaraan roda tiga operasional KDMP pada awal Juli 2026. Kendaraan tersebut merupakan bagian dari fasilitas penunjang operasional koperasi desa.

Namun sejak awal penerimaan, kendaraan sempat mengalami kendala. Saat proses pengambilan dari wilayah Klaten Selatan menuju Desa Jetis, perjalanan beberapa kali terhenti karena indikator radiator menyala yang menandakan mesin mengalami suhu berlebih.

Setibanya di Desa Jetis, kendaraan tidak langsung ditempatkan di gedung KDMP. Kendaraan sementara dititipkan di rumah Ketua KDMP karena akses menuju gedung koperasi saat itu belum tersedia akibat belum adanya jembatan penghubung.

Setelah pembangunan jembatan selesai, kendaraan mulai dipindahkan ke gedung KDMP untuk mendukung aktivitas operasional koperasi.

“Karena belum ada jembatan, kendaraan dititipkan di rumah ketua KDMP. Setelah jembatan selesai dibangun, kendaraan-kendaraan operasional mulai dimasukkan ke gedung koperasi,” ujar Kepala Desa Jetis, Slamet Witoyo.

Menurut Slamet, kendaraan roda tiga tersebut baru digunakan dua kali sejak diterima desa. Pertama saat proses pengiriman dari Klaten Selatan ke Desa Jetis, dan kedua ketika hendak dipindahkan ke gedung KDMP yang berujung pada insiden tercebur ke sawah.

Pemerintah Desa Jetis berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang beredar di media sosial sehingga masyarakat memperoleh gambaran utuh mengenai kejadian sebenarnya. Desa juga akan melakukan evaluasi terhadap kondisi kendaraan operasional agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Solopos

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news