Harianjogja.com, SLEMAN—Minat masyarakat untuk mendonorkan darah di Kabupaten Sleman tergolong tinggi. Namun, tidak semua calon pendonor dapat lolos tahap skrining kesehatan. Sepanjang triwulan pertama 2026, tercatat sebanyak 1.021 orang gagal mendonorkan darah di Unit Donor Darah (UDD) PMI Sleman.
Faktor kesehatan menjadi penyebab utama gagalnya proses donor, dengan hemoglobin (Hb) rendah sebagai alasan paling dominan. Kepala UDD PMI Sleman, Raden Hari Ahmad Muhsin, menjelaskan bahwa dari total calon pendonor yang tidak lolos, sebanyak 634 orang memiliki kadar Hb di bawah batas minimal.
“HB rendah masih menjadi penyebab utama calon pendonor tidak bisa melanjutkan proses donor darah,” ujarnya, Senin (25/5/2026).
Selain itu, terdapat pula 79 orang dengan kadar Hb terlalu tinggi sehingga tidak memenuhi syarat. Kondisi ini menunjukkan bahwa keseimbangan kadar hemoglobin menjadi faktor krusial dalam proses donor darah.
Tak hanya itu, sebanyak 136 calon pendonor lainnya gagal karena riwayat kesehatan, seperti tekanan darah yang tidak stabil—baik hipertensi maupun hipotensi—serta pengaruh konsumsi obat tertentu. Kemudian, 65 orang terdeteksi memiliki hasil skrining awal yang reaktif, sehingga tidak diperkenankan melanjutkan donor demi alasan keamanan.
Sementara itu, 107 calon pendonor lainnya tidak lolos karena berbagai faktor teknis dan kondisi sementara, seperti sedang menstruasi, belum memenuhi jeda waktu donor, hingga aktivitas seperti bekam.
Di tengah tingginya angka kegagalan donor, PMI Sleman memastikan layanan tetap berjalan normal, termasuk selama libur panjang Iduladha 2026. Ketua PMI Sleman, Mafilindati Nuraini, menyebut pelayanan donor darah di markas PMI tetap dibuka mulai pukul 08.00 WIB hingga 20.00 WIB.
Selain layanan di kantor, PMI juga mengoperasikan unit donor darah keliling yang dijadwalkan berlangsung pada 28–31 Mei 2026 di sejumlah titik untuk menjangkau masyarakat lebih luas.
Meski stok darah saat ini masih tergolong aman, kebutuhan darah di Sleman terbilang tinggi. Berdasarkan data sepanjang 2025, PMI Sleman mengumpulkan 26.426 kantong darah, sementara distribusinya mencapai 39.210 kantong. Selisih ini menunjukkan ketergantungan terhadap suplai dari luar daerah masih cukup besar.
Kondisi tersebut bahkan sempat terjadi saat libur Natal dan Tahun Baru, di mana lebih dari separuh kebutuhan darah harus dipenuhi dari wilayah lain.
PMI Sleman pun mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi kesehatan, terutama kadar Hb, agar dapat berpartisipasi sebagai pendonor dan membantu memenuhi kebutuhan darah yang terus meningkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

3 hours ago
2
















































