Kampus Diminta Siapkan SDM dan Riset untuk Dukung B60 dan Etanol

1 hour ago 1

Kampus Diminta Siapkan SDM dan Riset untuk Dukung B60 dan Etanol

Foto ilustrasi etanol - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Prabowo Subianto meminta perguruan tinggi menyiapkan sumber daya manusia (SDM) dan riset untuk mendukung pengembangan biodiesel B50, B60, serta etanol sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional di tengah potensi gejolak global yang dapat memengaruhi sektor energi.

Arahan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam rapat terbatas bersama jajaran menteri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, mengatakan penguatan ketahanan energi menjadi salah satu pembahasan utama dalam rapat terbatas tersebut.

"Kita juga diminta memastikan SDM-SDM kita, riset-riset kita untuk B50, 60 dan selanjutnya kita diminta mendukung secara penuh SDM, termasuk juga etanol, sehingga ketahanan energi ini sangat krusial," kata Brian seusai pertemuan.

Menurut Brian, penguatan SDM dan riset diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan gejolak global yang berpotensi memengaruhi ketahanan energi nasional.

Selain membahas ketahanan energi, rapat terbatas juga membahas pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih serta sejumlah isu lainnya yang berkaitan dengan kesiapan perguruan tinggi menghadapi tantangan global.

"Tadi kita diskusi banyak tentang koperasi kemudian juga hal-hal lainnya bagaimana kampus harus didorong harus disiapkan untuk terkait dengan kemungkinan gejolak global," kata Brian.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, mengatakan pemerintah turut mengantisipasi dampak perang yang berkepanjangan di Timur Tengah terhadap ketahanan energi nasional.

Menurutnya, pemerintah terus melakukan evaluasi dan memprediksi perkembangan situasi dunia, termasuk dampaknya terhadap pasokan energi global dan harga minyak.

"Intinya kita membahas dan sekaligus melakukan prediksi terhadap perkembangan situasi dunia, termasuk mengantisipasi jika perang berlarut di Timur Tengah sehingga berpengaruh pada pasokan energi dunia, berpengaruh pada harga minyak," kata AHY seusai pertemuan.

AHY menjelaskan salah satu langkah yang disiapkan pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi adalah melalui diversifikasi sumber energi, termasuk pengembangan program biodiesel B50.

Selain sektor energi, pemerintah juga berharap perkembangan situasi global tidak memengaruhi fokus pembangunan nasional di sektor pangan.

"Termasuk tentunya kita berharap tidak terlalu berpengaruh pada fokus pembangunan kita di sektor pangan," katanya.

AHY menambahkan kementeriannya akan mendukung berbagai prioritas pemerintah melalui pembangunan infrastruktur dan penguatan konektivitas agar program strategis nasional dapat berjalan dengan baik.

"Dan tentunya kalau kami dari sisi infrastruktur, tentunya ingin mendukung agar apa yang menjadi prioritas negara juga dapat kita support dengan baik secara infrastruktur dan konektivitas," ucap dia.

Penguatan SDM dan riset di perguruan tinggi diharapkan dapat menjadi salah satu fondasi dalam mendukung pengembangan energi alternatif nasional, termasuk biodiesel B50, B60, dan etanol, sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news