Harianjogja.com, BOYOLALI—Sebanyak 25 calon haji (calhaj) Embarkasi Solo dipulangkan ke daerah asal karena tidak memenuhi syarat istitaah kesehatan haji 2026 setelah melalui pemeriksaan medis ketat.
Data tersebut merupakan akumulasi pemberangkatan kloter 1 hingga Sabtu (2/5/2026), seiring pengetatan syarat kesehatan yang mengacu pada kebijakan Pemerintah Arab Saudi.
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo sekaligus Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jawa Tengah, Fitriyanto, menjelaskan bahwa kebijakan ini diterapkan untuk memastikan seluruh jemaah benar-benar layak terbang dan mampu menjalankan ibadah dengan optimal.
“Ada 25 orang [calhaj] yang dikembalikan ke daerah asal, ada juga yang pendampingnya. Biasanya berangkat ada suami-istri, misal suaminya sakit dan dipulangkan, biasanya istrinya ikut pulang,” kata dia di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Sabtu (2/5/2026).
Ia menambahkan, jemaah yang belum memenuhi syarat istitaah masih memiliki kesempatan berangkat pada tahun berikutnya apabila kondisi kesehatannya membaik. Jika tetap tidak memenuhi syarat, nomor porsi dapat dilimpahkan kepada anggota keluarga seperti pasangan atau anak.
Menurutnya, sebagian besar calhaj yang dipulangkan merupakan lanjut usia dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti gangguan pernapasan hingga pasien yang menjalani cuci darah.
“Kami pastikan jemaah yang berangkat itu benar-benar layak terbang dan memenuhi syarat kesehatan, sehingga beliau-beliau bisa berangkat dan beribadah dengan baik,” katanya.
Ia menegaskan langkah ini dilakukan untuk menghindari risiko jemaah jatuh sakit saat tiba di Tanah Suci yang dapat menghambat pelaksanaan ibadah haji.
Calhaj Wafat
Sementara itu, Kasi Humas PPIH Embarkasi Solo, Nabiila Azka Amaalia, menyampaikan hingga saat ini tercatat dua calon haji wafat di Tanah Suci.
“Jemaah yang wafat atas nama Siti Rahayu Sanusi, 63 tahun, dari kloter 12 Embarkasi Solo asal Kabupaten Pekalongan. Wafat pada Jumat, 1 Mei 2026 pukul 10.50 Waktu Arab Saudi (WAS) dan dimakamkan di Baqi Madinah,” ujarnya.
Selain itu, terdapat 11 calon haji yang tengah menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan. Rinciannya, empat orang dirawat di RSUD dr Moewardi, satu orang di rumah sakit TNI AU, dan enam lainnya dalam observasi di poliklinik embarkasi.
Nabiila menjelaskan, jemaah yang masih dirawat berpeluang diberangkatkan pada kloter berikutnya setelah dinyatakan memenuhi syarat istitaah kesehatan.
Ia juga mengimbau seluruh calon haji untuk menjaga kondisi fisik menjelang keberangkatan dengan mengurangi aktivitas yang tidak terlalu penting. Kegiatan seremonial di daerah disarankan tidak berlangsung lama agar jemaah tidak kelelahan dan tetap dalam kondisi prima saat memasuki Embarkasi Solo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

8 hours ago
4
















































