3 Pendaki Hilang di Gunung Dukono, BNPB: 2 WNA Terdeteksi

3 hours ago 2

 2 WNA Terdeteksi

Tim SAR Gabungan sementara melakukan pendakian di Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara untuk mencari dan mengevakuasi para pendaki WNA asal Singapura dan WNI, Jumat (8/5/2026). ANTARA/HO-Basarnas Maluku Utara/am.

Harianjogja.com, LABUAN BAJO—Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap tiga pendaki yang hilang pasca-erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan dua dari tiga pendaki yang hilang merupakan warga negara asing (WNA), sementara satu lainnya warga negara Indonesia (WNI).

“Pada hari kedua operasi ini, tim memfokuskan pencarian di area yang diduga menjadi titik keberadaan korban. Posisi dua WNA sempat terdeteksi berada pada jarak 20 hingga 30 meter dari bibir kawah utama,” ujarnya.

Evakuasi Terkendala Aktivitas Vulkanik

Meski posisi dua korban telah terdeteksi, proses evakuasi belum bisa dilakukan. Hal ini disebabkan kondisi medan yang ekstrem serta aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang masih tinggi.

Sementara itu, satu pendaki WNI lainnya hingga kini belum terdeteksi dan masih dalam proses pelacakan oleh tim SAR.

Berdasarkan rekomendasi Pos Pengamatan Gunung Api Dukono dari Badan Geologi, status gunung saat ini berada pada Level II atau Waspada, dengan aktivitas kegempaan yang masih didominasi gempa letusan beramplitudo besar.

Sejak Sabtu (9/5/2026) dini hari hingga pukul 11.00 WIT, tercatat beberapa kali erupsi dengan tinggi kolom abu mencapai 3.000 meter di atas puncak.

Jalur Pendakian Sudah Ditutup

BNPB menyesalkan masih adanya aktivitas pendakian, padahal Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara telah menutup total jalur pendakian sejak 17 April 2026. Masyarakat dan wisatawan dilarang memasuki radius empat kilometer dari kawah.

Untuk mencegah kejadian serupa, BNPB mengimbau masyarakat mematuhi pembatasan aktivitas di gunung api aktif lainnya seperti Gunung Lewotobi Laki-laki, Gunung Marapi, hingga Gunung Semeru.

15 Pendaki Selamat, 3 Masih Dicari

Dalam operasi ini, BNPB mencatat sebanyak 15 pendaki berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, terdiri dari WNA dan WNI.

“Tiga pendaki yang masih dalam pencarian yakni dua WNA dan satu WNI. Tim gabungan terus melakukan penyisiran dengan mempertimbangkan kondisi aktivitas vulkanik yang fluktuatif,” kata Abdul.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD, Basarnas, TNI/Polri, Pos PGA Dukono, tenaga medis, hingga relawan setempat. Dua korban selamat juga turut membantu memberikan informasi jalur pendakian dan titik terakhir keberadaan korban sebelum erupsi terjadi.

BNPB menegaskan keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama dalam operasi ini, mengingat kondisi Gunung Dukono yang masih sangat aktif dan berpotensi membahayakan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news