7,5 Kali Lipat! ARMY Kena Getok Harga di Busan

2 hours ago 2

Jumali

Jumali Kamis, 28 Mei 2026 20:57 WIB

7,5 Kali Lipat! ARMY Kena Getok Harga di Busan

Grup idola K-pop asal Korea Selatan, BTS. - X @bts_bighi.

Harianjogja.com, JOGJA—Lonjakan permintaan akomodasi menjelang konser BTS di Busan pada 12–13 Juni memicu fenomena getok harga hotel yang membuat banyak penggemar atau ARMY dari berbagai negara kesulitan mendapatkan tempat menginap dengan harga wajar.

Kondisi ini terjadi di tengah meningkatnya kedatangan wisatawan ke Busan, Korea Selatan, yang menjadi tuan rumah acara besar tersebut. Harga kamar hotel dilaporkan melonjak hingga rata-rata 7,5 kali lipat dari tarif normal, bahkan beberapa hotel kelas atas mencapai sekitar 1 juta won per malam.

Di platform pemesanan seperti Airbnb, tarif termurah yang tersedia disebut mencapai 467.000 won atau sekitar Rp5,3 juta, jauh di atas harga normal yang hanya sekitar 77.000 won. Lonjakan ini terjadi secara cepat seiring mendekatnya jadwal konser.

Sejumlah penggemar juga mengeluhkan pembatalan reservasi secara sepihak oleh pihak penginapan dengan alasan seperti overbooking atau renovasi, sebelum kamar yang sama kembali ditawarkan dengan harga jauh lebih tinggi.

Salah satu penggemar, Verena Thiel, mahasiswa asal Jerman yang tinggal di Korea, mengaku harus membayar hampir enam kali lipat dari harga awal untuk mendapatkan kamar Airbnb. Ia menilai kenaikan tersebut sudah berlebihan meski memahami lonjakan harga saat acara besar.

“Saya paham kenaikan harga saat acara besar, tapi tambahan 400.000 won itu keterlaluan,” ungkapnya, dikutip dari The Korea Times.

Sementara itu, penggemar lain bernama Eunice, seorang guru asal Filipina, memilih menginap di kota tetangga Ulsan setelah mendapati harga akomodasi di Busan melonjak hingga sepuluh kali lipat. Ia menilai kondisi ini dapat merusak citra Busan sebagai destinasi wisata internasional.

Situasi ini turut menarik perhatian para personel BTS. Dalam siaran langsung di platform Weverse, RM menyampaikan harapan agar pelaku usaha tidak berlebihan dalam menetapkan harga. Sementara Jimin berharap para penggemar tetap memiliki pengalaman positif selama berada di Busan.

Pemerintah Kota Busan dilaporkan mulai melakukan inspeksi terhadap praktik akomodasi yang diduga melanggar aturan. Otoritas setempat juga mempertimbangkan penguatan regulasi, termasuk kewajiban pendaftaran akomodasi jangka pendek untuk mencegah lonjakan harga ekstrem di masa mendatang.

Meski sejumlah universitas, lembaga keagamaan, dan institusi publik mencoba menyediakan alternatif penginapan murah atau gratis, kapasitas yang tersedia masih jauh dari cukup dibandingkan lonjakan permintaan yang terjadi.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran jangka panjang terhadap reputasi Busan sebagai kota wisata, terutama jika praktik serupa terus berulang setiap kali konser besar digelar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news