AIESEC in UGM Gelar Impact Circle 2026

5 hours ago 1

AIESEC in UGM Gelar Impact Circle 2026

AIESEC in UGM Gelar Impact Circle 2026, Bantu Anak Muda Menavigasi Perubahan Global./ Ist

AIESEC in UGM Gelar Impact Circle 2026, Bantu Anak Muda Menavigasi Perubahan Global

JOGJA– Sebanyak lebih dari 120 peserta dari berbagai latar belakang mengikuti Impact Circle 2026, seminar dan workshop pengembangan diri yang diinisiasi oleh AIESEC in UGM. Mengusung tema "Drive with Passion: Signal to Shape Your Career in a Shifting Economic Landscape", kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk memperoleh wawasan baru, memahami dinamika dunia kerja, serta menyusun arah karier di tengah perubahan ekonomi global yang semakin dinamis.

Perubahan ekonomi yang terus berkembang turut memengaruhi cara generasi muda mempersiapkan masa depan. Di tengah situasi tersebut, banyak anak muda masih berupaya mengenali minat, mengembangkan potensi, dan menentukan arah karier agar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berubah. Oleh karena itu, Impact Circle 2026 dirancang sebagai ruang untuk mengeksplorasi diri sekaligus memperluas perspektif, sehingga peserta memiliki bekal dalam menyusun strategi karier di masa depan.

Mengusung semangat Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8: Decent Work and Economic Growth serta SDG 17: Partnerships for the Goals, Impact Circle 2026 diwujudkan melalui kolaborasi antarlembaga. Tahun ini, AIESEC in UGM bekerja sama dengan IMAJI UGM, Himpunan Mahasiswa Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya UGM, untuk menghadirkan rangkaian acara di Auditorium Fakultas Ilmu Budaya UGM.

Selain menghadirkan sesi talkshow yang membahas pengembangan karier, Impact Circle 2026 juga mengajak peserta belajar secara langsung melalui workshop yang dipandu seorang career coach profesional. Dalam sesi tersebut, peserta memperoleh materi dan pendampingan untuk memahami tujuan, potensi karier, serta langkah-langkah strategis dalam mewujudkan masa depan yang diinginkan.

Antusiasme peserta telah terlihat bahkan sebelum acara dimulai melalui berbagai aktivitas pra-acara yang mendorong inisiatif dan partisipasi aktif. Selama kegiatan berlangsung, peserta terlibat dalam sesi diskusi, tanya jawab, presentasi, hingga workshop. Tingginya partisipasi tersebut mencerminkan besarnya minat generasi muda dalam mempersiapkan diri dan membangun karier yang selaras dengan perubahan lanskap ekonomi global.

Pada sesi talkshow pertama, AIESEC in UGM menghadirkan Kristi dan Neo, pendiri Meowtcha Slowbar sekaligus alumni muda Universitas Gadjah Mada. Keduanya membagikan pengalaman merintis usaha yang berawal dari minat dan passion yang dimiliki. Melalui kisah tersebut, peserta diajak memahami bahwa passion bukan sekadar ketertarikan, tetapi juga dapat berkembang menjadi peluang apabila diwujudkan melalui keberanian, konsistensi, dan komitmen untuk terus bertumbuh.

Sesi talkshow berikutnya menghadirkan Faisal dari Nestlé Indonesia yang membagikan perspektif mengenai pengembangan karier dari sudut pandang industri. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa passion perlu diimbangi dengan kemampuan beradaptasi, peningkatan kompetensi, serta kemauan untuk terus belajar agar tetap relevan di tengah perubahan kebutuhan dunia kerja.

Melengkapi rangkaian talkshow, peserta kemudian mengikuti workshop yang dipandu oleh Sonia, seorang career coach. Dalam sesi tersebut, peserta menyusun vision board sebagai representasi aspirasi dan tujuan karier mereka. Selama workshop berlangsung, peserta memperoleh pendampingan secara langsung, masukan yang bersifat personal, serta berdiskusi mengenai strategi yang dapat diterapkan untuk mewujudkan rencana karier masing-masing.

Jocelyn, salah satu panitia Impact Circle 2026, menyampaikan bahwa kegiatan ini selaras dengan nilai-nilai yang diusung AIESEC. Melalui Impact Circle 2026, AIESEC in UGM mendorong generasi muda untuk berani mengambil inisiatif dan menciptakan dampak positif bagi komunitas. Selain itu, kegiatan ini juga menanamkan pentingnya integritas dalam setiap proses pengambilan keputusan dengan mengedepankan tanggung jawab, etika, dan keberlanjutan.

Menurutnya, Impact Circle 2026 tidak hanya menjadi ruang untuk mempelajari isu keberlanjutan, tetapi juga membentuk pemimpin muda yang proaktif serta mampu mengubah ide dan passion menjadi aksi nyata yang berdampak bagi lingkungan.

“I hope future editions of the event can further improve its overall management and the facilitation of interactive sessions to create a more engaging and insightful experience for participants. Strengthening participant engagement and encouraging more meaningful discussions would enhance the overall learning experience,” ujar Jocelyn.

Ia juga berharap Impact Circle dapat terus berkembang menjadi ruang diskusi yang lebih mendalam sehingga para pembicara memiliki kesempatan lebih luas untuk membagikan wawasan, pengalaman, dan perspektif yang mampu membantu peserta dalam mempersiapkan perjalanan karier mereka. (Advertorial).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Ujang Hasanudin

Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news