Akademisi UGM: Program Magang Nasional Bantu Tekan Pengangguran

7 hours ago 3

 Program Magang Nasional Bantu Tekan Pengangguran Tenaga Kerja. / Freepik

Harianjogja.com, JOGJA— Pengamat ketenagakerjaan Universitas Gadjah Mada, Tadjudin Nur Effendi, menilai program magang nasional menjadi angin segar bagi lulusan baru atau fresh graduate yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan.

“Itu angin segar. Apresiasi betul untuk pemerintah yang bisa memberi tempat magang bagi 11 ribuan peserta. Mungkin bisa ditingkatkan lagi,” ujarnya, Minggu (26/4/2026).

Menurut Effendi, program ini menjadi salah satu solusi untuk mengatasi persoalan pengangguran di kalangan angkatan kerja baru, khususnya lulusan perguruan tinggi yang belum memiliki pengalaman kerja.

Ia menjelaskan, meskipun tidak semua peserta magang langsung direkrut oleh perusahaan setelah program berakhir, para peserta tetap memperoleh manfaat besar berupa sertifikat dan pengalaman kerja.

“Program ini membantu karena mereka akan punya sertifikat yang bisa digunakan untuk melamar pekerjaan di tempat lain, dengan bukti pernah magang dan memiliki keterampilan tertentu,” katanya.

Effendi pun berharap program magang nasional dapat diperluas dengan menjaring lebih banyak peserta, bahkan hingga mencapai 25.000 orang. Ia juga mendorong perusahaan untuk membuka peluang rekrutmen bagi peserta magang sesuai kebutuhan masing-masing.

“Tidak harus diwajibkan, tetapi kalau perusahaan bisa merekrut peserta yang sudah dilatih, itu tentu akan sangat membantu mengurangi pengangguran,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli resmi menutup pelaksanaan Program Magang Nasional 2025 Tahap I yang berlangsung sejak 20 Oktober 2025 hingga 19 April 2026. Saat ini, Kementerian Ketenagakerjaan tengah melakukan evaluasi terkait jumlah peserta yang direkrut oleh perusahaan setelah menyelesaikan program.

Koordinator Nasional Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi Kemnaker, Anwar Sanusi, menyebutkan sebanyak 1.185 perusahaan ikut berpartisipasi dalam program ini dengan melibatkan 5.267 mentor.

Dari hasil seleksi, tercatat 14.952 peserta pada tahap 1A dan 1.160 peserta tahap 1B, sehingga total mencapai 16.112 peserta. Namun, jumlah peserta aktif mengalami penyusutan selama pelaksanaan, dengan total 11.949 peserta yang tetap mengikuti program hingga berjalan.

Peserta yang menyelesaikan magang selama enam bulan akan memperoleh sertifikat resmi, sedangkan mereka yang mengikuti lebih dari tiga bulan tetapi kurang dari enam bulan akan mendapatkan surat keterangan.

Program ini diharapkan menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan dunia kerja, sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja muda Indonesia di tengah ketatnya persaingan industri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news