Tips Makan Daging Kurban Aman untuk Penderita Asam Urat

2 hours ago 2

Jumali

Jumali Kamis, 28 Mei 2026 20:47 WIB

Harianjogja.com, JOGJA—Perayaan Iduladha identik dengan aneka olahan daging kurban yang menggugah selera. Namun bagi penderita asam urat, konsumsi daging berlebihan dapat memicu peningkatan kadar purin yang berujung pada nyeri sendi hingga pembengkakan. Karena itu, pola makan selama Iduladha perlu diperhatikan agar tubuh tetap nyaman saat menikmati hidangan bersama keluarga.

Asam urat dapat kambuh ketika tubuh menerima asupan purin terlalu tinggi, terutama dari daging merah dan makanan bersantan. Kondisi ini sering diperparah dengan pola makan tidak terkontrol serta kurang minum air putih selama hari raya.

Meski demikian, penderita asam urat tidak harus sepenuhnya menghindari daging kurban. Dengan pengaturan porsi dan cara memasak yang tepat, hidangan Iduladha masih bisa dinikmati tanpa memicu keluhan berlebihan. Berikut adalah cara menghindari asam urat kumat saat Iduladha, dirangkum dari laman kesehatan Halodoc:

Batasi Konsumsi Daging Berlebihan

Penderita asam urat disarankan mengonsumsi daging dalam jumlah wajar. Hindari makan berulang kali dalam sehari dengan porsi besar karena kandungan purin pada daging sapi maupun kambing dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah.

Cukup konsumsi satu hingga dua potong daging dalam sekali makan dan imbangi dengan makanan lain yang lebih sehat.

Pilih Daging Rendah Lemak

Bagian daging berlemak sebaiknya dihindari karena dapat memperberat metabolisme tubuh. Potongan seperti iga atau sandung lamur mengandung lemak jenuh lebih tinggi dibanding bagian paha atau has dalam.

Memilih daging rendah lemak membantu mengurangi risiko peradangan serta menjaga kadar asam urat tetap stabil setelah makan.

Imbangi dengan Sayur dan Buah

Pola makan seimbang menjadi kunci penting selama Iduladha. Selain daging, konsumsi sayuran dan buah kaya serat dapat membantu proses pembuangan purin melalui sistem pencernaan.

Sayuran hijau seperti brokoli, labu siam, dan wortel bisa menjadi pilihan pelengkap menu harian. Buah dengan kandungan air tinggi juga membantu menjaga metabolisme tubuh tetap baik.

Perbanyak Minum Air Putih

Air putih berperan membantu ginjal membuang kelebihan asam urat melalui urine. Karena itu, kebutuhan cairan tubuh perlu dipenuhi, terutama setelah mengonsumsi makanan tinggi protein dan lemak.

Disarankan minum minimal dua liter air putih per hari dan mengurangi minuman manis atau bersoda yang dapat memperburuk kondisi tubuh.

Gunakan Metode Masak Lebih Sehat

Cara memasak turut memengaruhi kadar lemak pada makanan. Daging yang diolah dengan cara direbus, dipanggang, atau dikukus lebih aman dibanding digoreng atau dimasak menggunakan santan kental.

Penggunaan rempah-rempah seperti jahe, kunyit, dan lengkuas juga dinilai membantu mengurangi risiko peradangan dalam tubuh.

Tetap Aktif Bergerak

Aktivitas fisik ringan tetap diperlukan selama libur Iduladha. Jalan kaki santai atau peregangan sederhana membantu menjaga berat badan dan memperlancar metabolisme tubuh.

Kurang bergerak setelah makan berlebihan justru dapat meningkatkan risiko penumpukan asam urat di persendian.

Siapkan Obat dan Pantau Gejala

Bagi penderita asam urat yang rutin menjalani pengobatan, penting memastikan obat sesuai resep dokter tetap tersedia selama libur hari raya. Jika muncul gejala seperti nyeri mendadak, bengkak, atau kemerahan pada sendi, segera kurangi konsumsi makanan tinggi purin dan konsultasikan ke tenaga medis.

Dengan pola makan yang lebih terkontrol, penderita asam urat tetap bisa menikmati suasana Iduladha tanpa terganggu keluhan kesehatan. Momen berkumpul bersama keluarga pun dapat berlangsung lebih nyaman dan menyenangkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news