APBD 2026 Disiapkan, Bantul Perbaiki Jalan dan Jembatan Rusak

1 day ago 8

APBD 2026 Disiapkan, Bantul Perbaiki Jalan dan Jembatan Rusak Kantor BPBD Bantul. - Harian Jogja

Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul tengah membahas penggunaan APBD 2026 sebesar Rp2,3 miliar untuk rehabilitasi jalan, jembatan, dan talud yang rusak akibat cuaca ekstrem.

Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Mujahid Amirudin mengaku sudah menggelar rapat lintas organisasi perangkat daerah (OPD) guna membahas penanganan infrastruktur jalan, jembatan dan talud, tebing yang rusak akibat cuaca ekstrem pada 26 dan 27 Desember 2025.

"Hasil rapat, kita membuat notulensi, kajian dan permohonan untuk kita lakukan pembenahan. Kalau dalam rapat pembahasan itu anggaran yang kita ajukan sekitar Rp2,3 miliar dari APBD 2026, untuk kebutuhan perbaikan di beberapa titik," katanya, Rabu (7/1/2026).

Menurut dia, rencana anggaran tersebut dipergunakan untuk melakukan pembenahan dan rehabilitasi infrastruktur yang rusak di 11 titik, di antaranya di Kelurahan Selopamioro Imogiri tiga titik, yaitu jalan longsor di Lemah Rubuh, talud di Jalan Siluk dan jalan longsor di Kedung Jati.

Kemudian, jembatan ambrol di Donotirto Kretek, talud ambrol di Srigading Sanden, jalan ambles di Sompok Sriharjo, Imogiri. Kemudian, ada satu titik yang diajukan untuk pembenahan kerusakan fasilitas di Srimartani Piyungan.

"Ini baru proses pembahasan di pemerintah daerah, namun hitungan teknis dari kami dan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) sudah kita hitung kebutuhannya, dan ini proses pembahasan di pemda untuk persetujuannya," katanya.

Meski demikian, kata dia, kapan waktu pelaksanaan pembenahan infrastruktur rusak tersebut, pihaknya belum dapat memastikan, karena menunggu kesepakatan dan persetujuan akhir dari hasil rapat yang masih akan dilakukan BPBD bersama tim.

"Harapannya pembahasan segera final, karena sudah dikaji pemerintah daerah, nanti kalau sudah clear teman-teman DPUPKP akan melaksanakan kegiatan ini (pembenahan), saat ini sudah pembahasan teknis, kalau sudah ada kesepakatan segera ditangani," katanya.

Pihaknya selaku instansi yang berwenang dalam kebencanaan juga terus mengawal proses penanganan dampak cuaca ekstrem tersebut agar pekerjaan secepatnya dilakukan mengingat infrastruktur jalan, jembatan, talud yang rusak itu merupakan sarana penting bagi masyarakat.

"Seperti tahap pertama, pemda sigap merespons dengan langsung melakukan rehabilitasi, seperti jalan ambles di Srikeminut, Sriharjo. Kalau ini kami masih menunggu kajian teknis, harapannya dalam minggu ini bisa ada persetujuan," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news