Appi Pastikan Kerja Sama Makassar-Pekanbaru Bukan Sekadar Seremonial

15 hours ago 3
Appi Pastikan Kerja Sama Makassar-Pekanbaru Bukan Sekadar Seremonial Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin dan Walikota Pekan Baru (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, menegaskan kerja sama antara Pemerintah Kota Makassar dan Pemerintah Kota Pekanbaru tidak berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman semata, tetapi menjadi langkah nyata untuk saling bertukar pengalaman dan mengadopsi inovasi dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan serta pelayanan publik.

Komitmen tersebut disampaikan Munafri usai menandatangani Kesepakatan Bersama dengan Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, di Balai Kota Makassar, Jumat (10/7).

Penantang terus turut disaksikan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) dari kedua pemerintah daerah.

Appi mengatakan kolaborasi antardaerah harus dimanfaatkan sebagai ruang berbagi praktik terbaik sehingga masing-masing daerah dapat mengembangkan inovasi yang telah terbukti berhasil diterapkan.

“Kami berharap setelah pertemuan ini, kami juga bisa mengambil bagian untuk mempelajari sistem yang dilakukan oleh teman-teman OPD. Jadi kerja sama ini bukan hanya Pekanbaru belajar dari Makassar, tetapi Makassar juga ingin belajar dari Pekanbaru,” ujar Appi.

Appi memaparkan berbagai potensi dan capaian pembangunan Kota Makassar. Ia menyebut Makassar memiliki posisi strategis sebagai gerbang utama kawasan Indonesia Timur yang didukung infrastruktur perdagangan dan jasa, mulai dari bandara internasional hingga pelabuhan internasional yang menopang aktivitas ekonomi regional.

“Kota Makassar adalah pintu gerbang Indonesia Timur, kami memiliki infrastruktur perdagangan dan jasa yang cukup lengkap, mulai dari bandara internasional hingga pelabuhan internasional yang menopang aktivitas ekonomi kawasan,” katanya.

Appi juga mengungkapkan sejumlah indikator makro daerah yang menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi Makassar meningkat menjadi 6,61 persen, tingkat pengangguran terbuka turun menjadi sekitar 9,6 persen, inflasi tetap terjaga di kisaran 2,51 persen, sementara angka kemiskinan berada di sekitar 4,42 persen.

Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Makassar disebutnya menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia.

“Indeks Pembangunan Manusia Kota Makassar juga menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia. Saat ini Makassar berada di peringkat ketujuh nasional,” ungkapnya.

Di sektor fiskal, Appi menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Makassar terus meningkat hingga mampu melampaui dana transfer pemerintah pusat pada 2027.

“Target kami pada 2027, Makassar menjadi salah satu daerah dengan kapasitas fiskal yang kuat, di mana PAD mampu melampaui dana transfer atau dana bagi hasil dari pemerintah pusat,” jelasnya.

Appi turut memperkenalkan sejumlah program unggulan Pemkot Makassar, di antaranya Makassar Creative Hub (MCH) yang disiapkan sebagai pusat pengembangan talenta muda melalui program peningkatan keterampilan, pengembangan kompetensi, hingga mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha.

“Makassar Creative Hub kami bangun untuk menyiapkan anak-anak muda menghadapi dunia kerja. Di sana mereka mendapatkan pelatihan, peningkatan kompetensi, sekaligus dipertemukan dengan perusahaan maupun investor,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Makassar juga terus memperluas kolaborasi dengan berbagai perusahaan teknologi global, termasuk Apple Developer Academy, serta membuka peluang kerja sama dengan Netflix untuk mendukung pengembangan industri kreatif di Makassar.

Selain pengembangan ekonomi, Munafri menegaskan pemerintah kota terus memperkuat perlindungan sosial melalui pembiayaan iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi sekitar 81 ribu pekerja rentan dan pekerja keagamaan menggunakan APBD, serta menambah sekitar 45 ribu peserta program Jaminan Hari Tua (JHT) pada 2026.

Di bidang transformasi digital, seluruh layanan pemerintahan kini diintegrasikan ke dalam platform Lontara+ atau Makassar Super Apps guna mempermudah masyarakat mengakses layanan publik.

“Seluruh layanan kami satukan dalam satu aplikasi. Dengan begitu masyarakat tidak perlu lagi membuka banyak aplikasi berbeda untuk mendapatkan pelayanan pemerintah. Semuanya terintegrasi melalui aplikasi Lontara+,” tukas Appi.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news