Arief Rosyid Ungkap Tiga Keteladanan Syekh Yusuf bagi Generasi Muda

6 hours ago 2
Arief Rosyid Ungkap Tiga Keteladanan Syekh Yusuf bagi Generasi Muda Dialog Budaya memperingati Haul 400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassariy (Dok: Sinta KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Ketua Angkatan Muda Syekh Yusuf Al-Makassari, Arief Rosyid, mengajak generasi muda menjadikan sosok Syekh Yusuf Al-Makassariy sebagai teladan dalam membangun karakter.

Menurutnya, ada tiga nilai utama yang patut diwarisi, yakni semangat menuntut ilmu, keberanian mengamalkan ilmu, dan komitmen membangun peradaban melalui meritokrasi.

Hal itu disampaikan Arief saat menjadi narasumber dalam Dialog Budaya memperingati Haul 400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassariy yang menjadi rangkaian Festival Aksara Lontaraq Vol. VII 2026 di Auditorium Kampus II UIN Alauddin Makassar, Kamis (9/7).

Arief mengatakan, keteladanan pertama yang paling menonjol dari Syekh Yusuf adalah keberaniannya meninggalkan kenyamanan sejak usia muda demi mencari ilmu.

“Syekh Yusuf bahkan belum berusia 18 tahun ketika meninggalkan kampung halamannya untuk mengembara mencari pengetahuan. Itu menunjukkan beliau sangat haus akan ilmu dan berani keluar dari zona nyaman. Ini yang harus diteladani anak muda hari ini, jangan pernah berhenti belajar,” ujar Arief.

Keteladanan kedua, lanjutnya, adalah kemampuan Syekh Yusuf memadukan kedalaman spiritual dengan aksi nyata dalam kehidupan. Menurut Arief, Syekh Yusuf bukan hanya dikenal sebagai ulama dan mursyid tarekat, tetapi juga tampil di garis depan ketika memperjuangkan nilai-nilai yang diyakininya.

“Syekh Yusuf adalah tokoh spiritual sekaligus aktivis. Tidak banyak orang yang mampu memadukan keduanya. Beliau menunjukkan bahwa ilmu tidak cukup hanya dipelajari, tetapi harus diamalkan,” katanya.

Arief mengutip pesan Syekh Yusuf bahwa ilmu adalah cahaya dan amal adalah kunci. Menurutnya, keimanan, ilmu, dan amal merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

“Kalau kita memiliki pengetahuan, maka tugas berikutnya adalah membuktikannya dalam tindakan. Iman, ilmu, dan amal harus berjalan beriringan,” tegasnya.

Keteladanan ketiga yang disoroti Arief ialah semangat meritokrasi yang tercermin dalam perjalanan hidup Syekh Yusuf. Ia menilai Sulawesi Selatan memiliki sejarah besar sebagai pusat peradaban dan perdagangan yang mampu melahirkan tokoh kelas dunia seperti Syekh Yusuf.

Karena itu, ia berharap semangat tersebut dapat dihidupkan kembali dengan memberi ruang bagi lahirnya generasi yang berprestasi berdasarkan kapasitas, bukan sekadar mengandalkan latar belakang keluarga atau nama besar.

“Syekh Yusuf tidak mengandalkan privilege atau nama besarnya. Beliau membuktikan diri melalui ilmu, perjuangan, dan karya. Nilai seperti inilah yang harus menjadi budaya bagi generasi muda dan masyarakat Sulawesi Selatan,” tukas Arief.

Dialog budaya tersebut merupakan kolaborasi Kabar Group Indonesia, Kementerian Agama, Kementerian Kebudayaan, dan UIN Alauddin Makassar. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Menteri Agama Nasaruddin Umar, Rektor UIN Alauddin Makassar Hamdan Juhannis, Ahmad Baso, Yudistira Sukatanya, KH Abdul Bakar, Wawan Yogaswara, serta Arief Rosyid.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news