
Armada Kopi Roro yang sudah beroperasi dalam memasarkan dan meluaskan produk unggulan bibit kopi khas Menoreh, belum lama ini./Harian Jogja-Khairul Ma\'arif
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemasaran kopi khas Menoreh di Kabupaten Kulonprogo diperluas melalui penambahan lima unit armada mobile Kopi Roro yang didukung Dana Keistimewaan (Danais) DIY. Armada roda dua dengan gerobak di bagian belakang tersebut disiapkan untuk mendorong ekspansi pasar biji kopi Menoreh hingga mampu bersaing di tingkat nasional dan global.
Lima unit armada Kopi Roro yang diserahkan pada 2026 melengkapi dua unit bantuan serupa yang telah diberikan pada tahun lalu. Armada ini dirancang untuk berkeliling setiap hari mencari lokasi-lokasi potensial yang ramai guna memperluas jangkauan pemasaran produk unggulan kopi Menoreh.
Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DisperinkopUKM) Kulonprogo, Iffah Mufidati, mengatakan bantuan armada Kopi Roro menjadi wujud konkret upaya penyebarluasan pasar bagi kopi khas Menoreh.
"Melalui penyerahan lima unit armada Kopi Roro tahun ini melengkapi dua unit pada tahun lalu. Kami ingin mendorong pemasaran biji kopi Menoreh yang memiliki cita rasa khas secara lebih agresif," katanya kepada wartawan, Minggu (26/7/2026).
Iffah menjelaskan, pelaksanaan program bantuan Kopi Roro akan dimonitor secara berkala. DisperinkopUKM Kulonprogo akan memantau omzet bulanan yang dihasilkan penerima bantuan beserta keberlanjutan usahanya.
Menurutnya, penerima bantuan Kopi Roro dipilih berdasarkan data kemiskinan yang valid. Program ini ditujukan untuk menumbuhkan geliat ekonomi baru bagi masyarakat yang membutuhkan sekaligus membuka lapangan kerja bagi warga miskin.
Dalam pelaksanaannya, setiap penerima bantuan diminta menunjukkan komitmen melalui pakta integritas agar armada Kopi Roro dapat dikelola secara optimal.
"Nanti tiap penerima diberikan pelatihan dalam mengolah kopi dari Trajumas dengan bibit asli dari Menoreh Kulonprogo," ucap Iffah.
Selain armada mobile Kopi Roro, Danais DIY juga mendukung kehadiran Cafe Kopi Roro yang memanfaatkan fasilitas Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kulonprogo di Sogan, Wates.
Operasional pengelolaan kafe tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kalurahan Gerbosari dan Sogan.
"Cafe Kopi Roro modalnya murni dari kedua KDMP Gerbosari dan Sogan. PLUT menyediakan free tempatnya, PLUT ini menjadi rumah inklusif yang mendampingi kebutuhan UMKM dan koperasi dari hulu ke hilir, mulai dari legalitas, sertifikasi halal, NIB, permodalan sampai pemasaran digital melalui Sibakul DIY yang menyediakan fasilitas free ongkir," imbuh Iffah.
Sementara itu, Paniradya Pati Kaistimewan DIY, Kurniawan, menegaskan peran pemerintah melalui alokasi Danais DIY adalah sebagai katalisator untuk menstimulasi kemandirian lembaga ekonomi lokal.
Menurutnya, pemerintah tidak dapat terus-menerus memberikan bantuan secara langsung, sehingga Danais diarahkan untuk memperkuat kemampuan pelaku ekonomi lokal agar lebih adaptif dan berkelanjutan.
"Kita tidak punya industri besar seperti daerah lain, sehingga keberadaan mereka menjadi perhatian utama. Paniradya hadir dalam fungsi pemerintah sebagai katalisator, tidak mungkin membantu secara langsung terus-menerus, tapi memberikan stimulan agar mereka lebih adaptif, mandiri, dan berkelanjutan," jelas Kurniawan.
Salah satu penerima bantuan armada Kopi Roro, Dedy Widodo, pelaku UMKM asal Sentolo, mengaku bantuan tersebut memberikan manfaat besar bagi pengembangan usahanya.
Ia menilai keberadaan armada mobile Kopi Roro memberikan dorongan moral sekaligus ekonomi yang nyata bagi keluarganya dan membuka peluang untuk mengembangkan usaha kopi di masa mendatang.
"Saya sangat senang dan bersyukur sekali, bantuan ini sangat bermanfaat untuk keluarga. Harapannya usaha bisa semakin berkembang, maju, dan membuka coffeeshop sendiri ke depannya," ujar Dedy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

4 hours ago
2

















































