Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia saat Memberikan Arahan di Musda Sulsel (Dok: KabarMakassar).
KabarMakassar.com — Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, meminta seluruh kader menjadikan Musyawarah Daerah (Musda) XI Golkar Sulawesi Selatan sebagai titik awal mengembalikan kejayaan partai.
Ia menegaskan target utama pengurus baru adalah merebut kembali kursi yang hilang dan meningkatkan perolehan kursi legislatif pada pemilu mendatang.
Dalam arahannya saat membuka Musda Golkar Sulsel di Hotel Claro Makassar, Sabtu (18/07).
Bahlil menyebut Sulawesi Selatan selama ini merupakan barometer kekuatan Golkar di kawasan Indonesia Timur. Karena itu, menurutnya, penurunan perolehan kursi harus dijawab dengan konsolidasi menyeluruh.
“Lewat Musda ini saya minta untuk segera merumuskan langkah-langkah yang terukur dengan konsolidasi yang bagus. Kita harus bersepakat mengembalikan kejayaan Partai Golkar di Provinsi Sulawesi Selatan. Tidak ada cara lain,” kata Bahlil.
Ia mengatakan kebangkitan Golkar Sulsel bukan hanya menjadi kepentingan daerah, tetapi juga akan menjadi contoh bagi penguatan partai di wilayah Indonesia Timur.
“Berbicara Partai Golkar di wilayah timur, simpulnya adalah Sulawesi Selatan. Kejayaan Partai Golkar di wilayah timur selalu mengambil contoh di Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Bahlil juga menyoroti pelaksanaan Musda yang untuk pertama kalinya dalam satu dekade kembali digelar di Sulawesi Selatan, bukan di Jakarta. Menurutnya, forum tertinggi partai di tingkat provinsi harus dilaksanakan di daerah sebagai bagian dari konsolidasi organisasi.
“Saya memerintahkan kepada Kang Muhidin bahwa Musda tidak boleh dilakukan di Jakarta, harus di Sulawesi Selatan. Dan hari ini sudah kita laksanakan,” tegasnya.
Ia mengapresiasi kinerja kepengurusan sebelumnya, termasuk Taufan Pawe dan Pelaksana Tugas Ketua DPD I Golkar Sulsel Muhidin M Said. Meski mengakui terjadi penurunan kursi, Bahlil menilai hal tersebut merupakan bagian dari dinamika politik yang harus dijawab dengan strategi baru.
“Sekalipun kursi turun, itu persoalan strategi saja. Saya yakin militansi kader Golkar tetap ada untuk mendorong partai ini lebih maju,” katanya.
Bahlil kemudian menginstruksikan agar setelah Musda provinsi selesai, kepengurusan baru segera menggelar Musda di tingkat kabupaten/kota, dilanjutkan musyawarah di tingkat kecamatan hingga desa.
Menurutnya, kekuatan utama Partai Golkar berada di akar rumput sehingga konsolidasi harus menjangkau seluruh struktur partai.
Ia juga mengingatkan target yang telah diputuskan dalam Musyawarah Nasional Partai Golkar, yakni meningkatkan jumlah kursi di DPR RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota, sekaligus memperkuat dukungan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Target partai jelas, kita harus menaikkan kursi DPR RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota. Itu menjadi tugas dan tanggung jawab pengurus baru ke depan,” tukas Bahlil.
Diketahui, Pada Pemilu 2024, Golkar harus merelakan kursi Ketua DPRD Sulsel yang telah lama mereka pegang setelah perolehannya turun menjadi 14 kursi.
Jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya, di mana Golkar menguasai 17 hingga 18 kursi dan menduduki posisi sebagai pemenang. Pergeseran ini juga membuat Partai NasDem keluar sebagai pemenang baru di DPRD Sulsel dengan perolehan 17 kursi.

















































